Aceh

Rafa, PR, dan WiFi Gratis di Huntara Aceh Tamiang

Kartika Sari - detikSumut
Minggu, 18 Okt 2026 10:32 WIB
Anak-anak Huntara Aceh Tamiang saat mengerjakan tugas mengandalkan WiFi gratis. (Foto: Kartika Sari/detikSumut).
Aceh Tamiang -

Sebuah buku tulis terbuka di atas lantai beralaskan perlak plastik. Di sampingnya, pulpen, beberapa lembar buku pelajaran, dan sebuah ponsel menjadi 'meja belajar' bagi Rafa dan Okta.

Keduanya duduk lesehan di ruangan sempit berukuran 3x4 meter. Di ruangan yang sama terdapat dapur sederhana, tumpukan pakaian, hingga kasur lusuh di ujung ruangan.

Tak ada meja belajar. Tak ada ruang khusus untuk mengerjakan pekerjaan rumah. Namun, dua siswa kelas 5 SD itu tetap sibuk menyelesaikan PR Bahasa Indonesia.

Sesekali, mereka bergantian melirik layar ponsel. Dari sana, keduanya mencari jenis peribahasa yang ditugaskan guru mereka di sekolah. Satu per satu jawaban mulai memenuhi buku tulis.

"Cepat, Ta. Dua nomor lagi siap ini. Main bola abis itu kita," kata Rafa kepada Okta tanpa melepaskan pandangannya dari buku tulis, Jumat (11/9/2026).

Pemandangan sederhana itu berlangsung di sebuah hunian sementara (huntara) di Aceh Tamiang. Sejak awal 2026, tempat itu menjadi rumah bagi Rafa dan Okta setelah banjir bandang pada November 2025 menghancurkan rumah mereka.

Bagi keduanya, bencana itu bukan hanya soal kehilangan bangunan tempat tinggal. Ada halaman rumah yang tak lagi bisa menjadi lapangan bermain.

Ada rutinitas keluarga yang terputus. Ada pula satu hal yang sempat membuat mereka benar-benar terpisah dari dunia luar: jaringan komunikasi.



Simak Video "Video: Korban Banjir Aceh Tamiang Terima Dana Tunggu Hunian Rp 1,8 Juta"


(ksr/dhm)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork