Wali Kota Batam Amsakar Achmad bercerita mengenai pengalamannya terdampak pemadaman listrik atau blackout yang terjadi beberapa hari lalu. Dia bilang, terpaksa mandi menggunakan air galon karena kehabisan stok air imbas pemadaman listrik.
"Di rumah, listrik dan air kedua-duanya juga mati. Saya mandi itu pakai dua galon karena airnya tinggal air yang di atas sana (tandon). Rupanya kalau dia tidak dipompa menggunakan listrik, menetesnya kecil sekali," ujarnya, Jumat (16/10/2026).
Dia menambahkan, saat itu kondisi dirinya juga kurang sehat. Meski kondisi kesehatannya saat itu kurang fit dan terdapat agenda rapat paripurna, komunikasi terkait penanganan blackout tetap dilakukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amsakar menyebut dirinya terus memantau dan berkoordinasi hingga malam hari untuk mengetahui perkembangan pemulihan pasokan listrik.
"Saya hari itu Terus memantau," ujarnya.
Terkait kemungkinan adanya teguran dari BP Batam maupun Pemerintah Kota Batam kepada PLN Batam, Amsakar mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan perusahaan tersebut. Dia menekankan pentingnya peningkatan keandalan pelayanan listrik agar gangguan serupa tidak kembali menimbulkan dampak luas terhadap masyarakat dan dunia usaha.
"Kami akan koordinasi dengan PLN. Kita minta keandalan pelayanan ini terus ditingkatkan, terus ditingkatkan," katanya.
Menurut Amsakar, pemulihan listrik dalam waktu satu malam menunjukkan adanya keseriusan dalam penanganan gangguan. Namun, dia menilai evaluasi tetap diperlukan untuk memperkuat sistem kelistrikan di Batam.
"Terus terang, ada keseriusan menurut saya yang dilakukan sehingga Batam selesai satu malam," katanya.
PLN Batam Diminta Evaluasi
Kepala BP Batam ini juga meminta agar PT PLN Batam melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan setelah terjadinya pemadaman listrik yang meluas di Batam, Bintan dan Tanjupinang. Dia berharap kejadian seperti itu tidak terulang kembali di masa mendatang.
"Perlu ada langkah antisipasi ke depan, di mana terjadi sesuatu yang di luar apa yang kita pikirkan. Hendaknya problem itu selesai, bisa dilokalisir di sekitar titik-titik itu, jadi jangan sampai sedemikian meluas ke berbagai daerah," katanya.
Dia mengatakan telah berkomunikasi dengan Direktur Utama PLN Batam terkait evaluasi pascapemadaman tersebut. Dalam komunikasi itu, menurut Amsakar, pihak PLN juga menyampaikan perlunya upaya agar gangguan kelistrikan ke depan dapat dibatasi pada wilayah terdampak.
Menurutnya, sistem kelistrikan perlu diperkuat agar gangguan pada satu titik tidak berujung pada pemadaman yang meluas ke berbagai kawasan.
"Pak Dirut juga mengatakan seperti itu, insya Allah kedepan kita harus lokalisir," ujarnya.
Selain itu, Amsakar menyoroti pentingnya sistem interkoneksi dan kesiapan sumber listrik cadangan, terutama bagi sektor industri, perkantoran, dan kegiatan usaha yang bergantung pada pasokan listrik secara berkelanjutan.
Dia menilai, ketersediaan genset atau sumber daya listrik cadangan perlu menjadi perhatian agar operasional usaha tetap dapat berjalan ketika pasokan listrik utama terputus.
"Bagaimana idealnya interkoneksi itu, dan usaha-usaha yang membutuhkan listrik, kalau sempat mati, sudah ada mesin yang langsung terkoneksi," katanya.
Amsakar menambahkan, sejumlah peralatan dan sistem kelistrikan juga perlu diperiksa serta diperbaiki sebagai bagian dari evaluasi. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik sekaligus meminimalkan dampak jika terjadi gangguan serupa.
"Pak Kwin Fo (Dirut PLN Batam) menyebutkan beberapa alat harus dilakukan perbaikan kita harus ada evaluasi," ujarnya.
Simak Video "Video: Bos PLN Hadap Prabowo, Lapor Listrik di Pulau Jawa Mulai Membaik"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)
