UV-A dan UV-B Apa Bedanya? Mana yang Dibutuhkan Tubuh

UV-A dan UV-B Apa Bedanya? Mana yang Dibutuhkan Tubuh

Muhammad Fikri Haikal Saragih - detikSumut
Jumat, 16 Okt 2026 04:31 WIB
Ilustrasi wisatawan di pantai bali, berjermur, menikmati pantai.
Foto: Rachman Haryanto
Medan -

Pernah dengar berjemur di bawah sinar matahari sering dikaitkan dengan pemenuhan vitamin D? Tapi, detikers tau gak kalau sinar matahari mengandung radiasi ultraviolet (UV), termasuk UV-A dan UV-B, yang memiliki efek berbeda terhadap tubuh, loh.

Dikutip dari World Health Organization (WHO), UV-A memiliki panjang gelombang sekitar 315-400 nanometer, sedangkan UV-B berada pada rentang 280-315 nanometer. Perbedaan ini memengaruhi cara keduanya berinteraksi dengan kulit.

Perbedaan UV-A dan UV-B

Melansir dari WHO, UV-A dapat menembus kulit lebih dalam hingga mencapai lapisan dermis. Paparannya berperan dalam proses penuaan kulit, termasuk munculnya kerutan dan berkurangnya elastisitas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, UV-B lebih banyak diserap oleh lapisan epidermis atau lapisan terluar kulit. Menurut WHO, UV-B merupakan penyebab utama kulit terbakar akibat paparan matahari berlebihan.

Meski memiliki efek berbeda, UV-A dan UV-B sama-sama dapat merusak kulit. Keduanya juga berkontribusi terhadap peningkatan risiko kanker kulit jika paparannya berlebihan.

ADVERTISEMENT

UV-A atau UV-B yang Dibutuhkan untuk Vitamin D?

Jika tujuannya membantu tubuh memproduksi vitamin D, UV-B merupakan jenis radiasi yang berperan langsung dalam proses tersebut.

Menurut National Institutes of Health (NIH), paparan UV-B membantu mengubah senyawa 7-dehidrokolesterol di kulit menjadi previtamin D3, yang kemudian diproses menjadi vitamin D3.

Vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium dan fosfor untuk menjaga kesehatan tulang. Namun, jumlah vitamin D yang terbentuk melalui paparan matahari berbeda-beda pada setiap orang.

Faktor seperti warna kulit, usia, waktu paparan, tutupan awan, dan penggunaan tabir surya dapat memengaruhi proses pembentukan vitamin D. Lalu, apakah semakin lama berjemur berarti semakin banyak vitamin D yang dihasilkan?

Paparan UV berlebihan tetap dapat merusak kulit, sehingga durasi berjemur tidak bisa disamaratakan ke semua orang.

Penelitian yang dilakukan Kift dkk. (2024) memperkirakan berjemur di wilayah tropis sekitar khatulistiwa selama beberapa menit dapat membantu memenuhi kebutuhan vitamin D. Estimasi durasinya berkisar 3-15 menit, bergantung pada warna kulit dan kondisi paparan.

Tetap Perhatikan Risiko Paparan Sinar UV

Meski UV-B membantu pembentukan vitamin D, bukan berarti berjemur tanpa perlindungan selalu menjadi pilihan terbaik. Menurut WHO, radiasi ultraviolet merupakan salah satu faktor risiko kanker kulit.

WHO juga menganjurkan perlindungan dari matahari ketika indeks UV mencapai angka 3 atau lebih. Informasi indeks UV dapat membantu masyarakat menilai kapan perlindungan tambahan diperlukan.

Jadi, UV-A dan UV-B memiliki fungsi serta dampak yang berbeda. Keduanya tetap perlu diwaspadai karena paparan berlebihan dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

Artikel ditulis Muhammad Fikri Haikal Saragih, peserta Maganghub Kemnaker di detikcom

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Mengulik Bahaya Paparan UVA dan UVB untuk Kulit"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads