Sekolah di Timor Leste Tutup-Kualitas Udara Singapura Memburuk Imbas Karhutla RI

Sekolah di Timor Leste Tutup-Kualitas Udara Singapura Memburuk Imbas Karhutla RI

Suci Risanti Rahmadania - detikSumut
Jumat, 16 Okt 2026 01:23 WIB
Singapore cable cars travelling towards Mount Faber station are shrouded in haze as smoke from regional forest fires reduces visibility across the city-state, in Singapore, October 14, 2026. REUTERS/Suhaimi Abdullah
Foto: REUTERS/SUHAIMI ABDULLAH
Jakarta -

Asap kebakaran hutan dan lahan di Indonesia ikut berdampak ke negara tetangga seperti Singapura dan Timor Leste. Kulitas udara Singapura masuk ke level tertinggi hingga sekolah di Timor Leste tutup selama tiga hari akibat karhutla.

Konsentrasi PM2.5 rata-rata dalam satu jam di Singapura mencapai puncak 284 mikrogram per meter kubik di wilayah barat negara kota tersebut. Angka ini masuk kategori "sangat tinggi" menurut National Environment Agency Singapore (NEA) untuk pertama kalinya selama periode kabut asap kali ini.

Dikutip detikHealth dari Reuters, Pemerintah Timor Leste menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kegiatan belajar tatap muka dihentikan selama tiga hari mulai 15 Oktober. Kebijakan tersebut diambil "akibat kontaminasi partikel polutan dari kebakaran hutan di wilayah atau negara tetangga".

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Timor Leste tidak menyebut Indonesia secara langsung. Namun, negara tersebut berbagi Pulau Timor dengan sebagian wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia, tempat sejumlah titik panas atau hotspot dilaporkan terdeteksi.

Indonesia tengah menghadapi musim kebakaran hutan paling intens dalam 11 tahun terakhir, yang dipicu oleh kondisi cuaca kering terkait El Niño. Kabut asap telah menyebabkan lonjakan kasus gangguan pernapasan di dalam negeri dan penurunan kualitas udara yang signifikan di kawasan regional. Sejumlah wilayah di Malaysia juga terpaksa menutup sekolah.

ADVERTISEMENT

Pada Oktober 2015, kebakaran hutan di Indonesia membuat konsentrasi PM2.5 di wilayah barat Singapura mencapai rekor nasional, yakni 471 mikrogram per meter kubik.

Di Provinsi Kalimantan Tengah pada Rabu, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Indonesia tercatat melampaui 1.200, menurut data Kementerian Lingkungan Hidup. Angka tersebut empat kali lipat lebih tinggi dibandingkan ambang batas kategori berbahaya, yakni 300.

Rekaman berita lokal memperlihatkan kabut asap kuning pekat menyelimuti Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, hingga jarak pandang pengendara kendaraan bermotor sangat terbatas. Petugas kepolisian juga terlihat berupaya menyemprotkan air untuk memadamkan kebakaran lahan gambut di tepi jalan.



(astj/astj)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads