PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tanjungpinang mencatat sebanyak 173.680 pelanggan di Pulau Bintan telah kembali menikmati aliran listrik hingga Rabu (14/10/2026) pukul 19.15 WIB. Namun, masih terdapat satu pelanggan yang mengalami pemadaman.
Berdasarkan data pemulihan kelistrikan yang disampaikan PLN UP3 Tanjungpinang melalui akun media sosialnya, total pelanggan terdampak gangguan listrik di Pulau Bintan mencapai 173.681 pelanggan. Dengan demikian, pemulihan pasokan listrik telah mencapai 99,9%.
PLN juga mencatat 31 dari total 32 penyulang telah kembali beroperasi. Sementara itu, satu penyulang masih padam, yakni di PT BIIE Lobam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, seluruh 850 gardu distribusi di Pulau Bintan telah kembali menyala. PLN mencatat tingkat pemulihan gardu distribusi mencapai 100%.
Dari sisi pasokan, daya yang tersedia tercatat sebesar 103,1 megawatt (MW), sedangkan kebutuhan daya mencapai 108,1 MW.
Pasokan listrik tersebut berasal dari interkoneksi Batam sebesar 74,8 MW serta pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) Air Raja dan PLTD Sukaberenang sebesar 28,3 MW.
Manajer PLN UP3 Tanjungpinang, Rully Agus Widanarto dalam keterangan tersebut, menyampaikan pihaknya masih berupaya agar seluruh masyarakat dapat kembali menikmati pasokan listrik.
"PLN UP3 Tanjungpinang sedang berupaya agar seluruh masyarakat dapat segera teraliri listrik," kata Rully dalam keterangan tersebut dilihat detikSumut pada Kamis (15/10/2026).
PLN UP3 Tanjungpinang juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat gangguan pasokan listrik.
"PLN mengapresiasi kesabaran dan pengertian masyarakat selama proses pemulihan berlangsung," ujarnya.
