Sempat Putus Total, Jalur Tapan-Sungai Penuh Jambi Kini Bisa Dilewati

Sumatera Barat

Sempat Putus Total, Jalur Tapan-Sungai Penuh Jambi Kini Bisa Dilewati

Jeka Kampai - detikSumut
Selasa, 13 Okt 2026 19:23 WIB
Kondisi bencana di Kabupaten Pesisir Selatan (Jeka Kampai/detikSumut)
Foto: Kondisi bencana di Kabupaten Pesisir Selatan (Jeka Kampai/detikSumut)
Padang -

Jalur transportasi darat yang menghubungkan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dengan Provinsi Jambi kembali bisa dilewati kendaraan, setelah sempat lumpuh total akibat tanah longsor daerah Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan. Banjir pada akhir pekan lalu memicu terjadinya longsor di sejumlah titik.

"Secara keseluruhan akses dari Provinsi Sumatera Barat menuju Jambi melalui jalur Tapan-Kerinci sudah terbuka sejak hari Senin. Namun saat ini kami terus melakukan perbaikan, agar semua jenis kendaraan bisa lewat secara lancar, karena sementara ini memang hanya kendaraan tertentu yang bisa lewat," kata Gina Tampubolon, PPK 2.4 Balai Pemeliharaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat kepada wartawan, Selasa (12/10/2026).

Ia menjelaskan, pembukaan jalan dilakukan BPJN Sumatera Barat dengan mengerahkan sejumlah alat berat. Bantuan juga datang dari PPK 2.5 Provinsi Jambi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada 12 titik longsoran di ruas jalan tersebut. Ada 12 titik yang harus dilakukan pembersihan," katanya.

Meski sudah bisa dilewati, kendaraan belum dapat melintas secara normal. Petugas masih memberlakukan sistem buka tutup dengan pengaturan satu kendaraan secara bergantian karena kondisi jalan masih rawan.

ADVERTISEMENT

"Truk-truk pengangkut berukuran besar masih tertahan, karena belum bisa lewat. Untuk beberapa hari ke depan, masih akan diberlakukan buka tutup jalur.

Camat Ranah Ampek Hulu Tapan, Agnes Dheno Arnas juga membenarkan ada sekitar 12 titik longsor yang menyebabkan kemacetan total pada Sabtu (10/10/2026). Material longsor di seluruh titik tersebut telah dibersihkan tim gabungan hingga hari ini.

"Alhamdulillah, semua titik longsor sudah dapat dibersihkan dan akses lalu lintas sudah mulai berangsur-angsur pulih," kata Agnes kepada detikSumut.

Dheno menjelaskan, material tanah yang berada di sekitar badan jalan masih berpotensi longsor kembali.

Kondisi cuaca yang masih kerap diguyur hujan gerimis juga menjadi salah satu hal yang perlu diwaspadai.

Sesuai catatan BPBD Kabupaten Pesisir Selatan, musibah banjir bandang yang terjadi pada Sabtu (10/10/2026) malam, menyebabkan dua rumah hanyut dan 11 lainnya rusak berat. Sekitar 4.240 jiwa terdampak. Selain itu, ada 12 sekolah mulai dari PAUD hingga SMK juga terkena imbas dan dipenuhi material.



(nkm/nkm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads