17 Siswa di Medan Mual-Muntah Usai Konsumsi MBG, SPPG Ditutup Sementara

17 Siswa di Medan Mual-Muntah Usai Konsumsi MBG, SPPG Ditutup Sementara

Rechtin Hani Ritonga - detikSumut
Jumat, 09 Okt 2026 23:33 WIB
Pj Sekda Kota Medan Erfin Fahrurrazi.
Pj Sekda Kota Medan Erfin Fahrurrazi. (Rechtin Hani Ritonga/detikSumut)
Medan -

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok Makanan Bergizi Gratis (MBG) ke SD Negeri 060870 Medan ditutup sementara. Hal ini usai 17 siswa SD tersebut dilarikan ke rumah sakit karena mual dan muntah usai mengonsumsi MBG.

"Sudah (ditutup sementara)," ujar Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sumatra Utara Yoga Arizanto saat dikonfirmasi, Jumat (9/10/2026).

Yoga mengatakan, menu MBG yang didistribusikan kepada siswa yakni telur semur, nasi putih, susu, tauco kacang panjang dan terong hijau hingga buah salak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau tidak salah tadi menunya telur," tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 17 murid SDN 060870 di Jalan Krakatau, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan dibawa ke Rumah Sakit usai menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG). Mereka dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Imelda Medan.

ADVERTISEMENT

"Jadi tadi kami mendapat perintah untuk memastikan dan melihat bagaimana kondisi anak-anak kita tadi yang indikasinya karena ada muntah-muntah, ya, langsung respons dibawa ke rumah sakit," ujar Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kota Medan, Erfin Fahrurrazi saat diwawancarai di RS Imelda, Jumat (9/10/2026).

Erfin mengatakan, belasan murid tersebut memiliki gejala mual dan muntah-muntah. Dari total 17 siswa yang dibawa ke IGD, 11 di antaranya sudah diperbolehkan pulang.

"Ini sampai saat ini sudah kita cek ya, ini sedang dipersiapkan, ada dari 17 orang total yang reaksinya tadi muntah-muntah, kemudian ada mual dan lain sebagainya, ini sudah dilakukan perawatan. Dilakukan perawatan 11 orang ini sudah bisa balik ke rumah. Tapi walaupun demikian nanti tetap dipantau. Enam orang lainnya masih diobservasi," ungkapnya.

Namun, Erfin mengaku dirinya belum bisa memastikan apakah 6 orang siswa lainnya akan dirawat inap atau tidak.

"Ya, bisa saja, bisa saja rawat inap, tapi ini masih masa observasi ya. Tapi kemungkinan-kemungkinan itu ada saja. Tapi nanti kita lihat hasil dokter yang mungkin bisa lebih menjelaskan," ungkapnya.

Dari amatan detikSumut di Rumah Sakit Imelda pada Jumat (9/10) pukul 16.00 WIB, Erfin keluar dari IGD Rumah Sakit bersama Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan Barli Nasution, Plt Kepala Dinas Kesehatan Surya Syahputra, dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Peternakan Ahmad Untung.

Sementara puluhan siswa masih dirawat di dalam IGD. Erfin mengaku dirinya belum bisa memberikan keterangan terkait menu yang menyebabkan siswa mual-mual dan muntah.

"Boleh nanti komunikasi sama SPPG-nya langsung, ya. Intinya kami, kalau dari pemerintah Kota Medan kan ingin memastikan bahwasanya ini kan sesuai dengan kewenangan masing-masing, ya. Kita ingin memastikan bahwa anak-anak ini mendapat treatment yang tepat. Memastikan bahwa anak-anak kita ini jangan sampai dibiarkan kondisinya," ungkapnya.



(afb/afb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads