Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengajak investor agar tidak khawatir menanamkan modal di Indonesia. Ia menilai kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih kokoh dan memiliki prospek jangka panjang yang menjanjikan.
"Pesan saya kepada para investor sangat jelas dan sederhana. Jangan ragu untuk berinvestasi di Indonesia. Seperti yang saya sampaikan di Universitas Tsinghua, Beijing, bulan lalu, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan prospek jangka panjang Indonesia juga kuat," ujar Luhut dalam acara ISF Forum 2026, Jakarta Pusat, dilansir detikFinance, Kamis (8/10/2026).
Luhut tidak menampik bahwa Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan. Namun, pemerintah disebut terus berupaya mengatasi berbagai persoalan tersebut melalui pembenahan tata kelola, penguatan industri, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita harus mengakui persoalan tersebut dan menyelesaikannya. Namun, Indonesia tidak akan kolaps. Kita terus membangun industri, memperbaiki tata kelola, dan mengembangkan sumber daya manusia," beber Luhut.
Luhut menjelaskan arah pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan akan bertumpu pada kombinasi antara modal, inovasi, dan talenta. Pemerintah tidak hanya ingin menarik investasi modal, tetapi juga meningkatkan kemampuan dan kapasitas dalam negeri.
Menurutnya, arah kebijakan juga akan bergeser dari sekadar transfer teknologi menjadi pengembangan inovasi bersama dengan mitra global.
Salah satu sektor yang menjadi contoh adalah ekosistem nikel, baterai, dan kendaraan listrik. Pengembangan industri tersebut akan diarahkan pada penguatan riset, peningkatan peran rantai pasok domestik, serta penerapan standar produksi yang lebih bersih dan efisien.
Luhut juga menilai insinyur Indonesia memiliki peluang untuk berkolaborasi dengan mitra internasional dalam mengembangkan teknologi baterai, sistem daur ulang, hingga ekosistem kendaraan listrik secara lebih luas.
Pengembangan teknologi tidak hanya diarahkan pada sektor industri. Luhut mengatakan pemerintah juga mendorong pemanfaatan genomik dan bioteknologi di bidang pertanian.
Melalui teknologi tersebut, Indonesia diharapkan mampu menghasilkan benih unggul serta varietas tanaman yang lebih mampu menghadapi perubahan iklim dan berbagai tantangan lingkungan. Pengembangan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus pendapatan masyarakat.
Meski demikian, Luhut menekankan bahwa berbagai target tersebut tidak akan tercapai tanpa dukungan sumber daya manusia yang berkualitas. Karena itu, pengembangan talenta dan inovasi menjadi salah satu prioritas di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
"Salah satu contohnya adalah Sekolah Unggul Garuda yang bertujuan mengembangkan anak-anak muda terbaik Indonesia dan mempersiapkan mereka untuk pendidikan tingkat lanjut serta kepemimpinan masa depan di bidang sains dan teknologi," bebernya.
(nkm/nkm)
