Iran Tegaskan Tak Akan Buka Selat Hormuz Sebelum ...

Internasional

Iran Tegaskan Tak Akan Buka Selat Hormuz Sebelum ...

Tim detikNews - detikSumut
Senin, 05 Okt 2026 10:18 WIB
AS-Iran segera berunding di Swiss, Teheran tutup Selat Hormuz
Foto: BBC World
Jakarta -

Iran menegaskan Selat Hormuz belum akan kembali dibuka sebelum Amerika Serikat (AS) memenuhi tujuh persyaratan yang tercantum dalam kesepakatan sementara pada Juni lalu. Ketujuh poin tersebut sebelumnya disampaikan Iran dalam sidang umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dilansir dari Reuters, Iran menyatakan siap membuka kembali jalur strategis tersebut apabila seluruh persyaratan telah dipenuhi. Teheran bahkan menjamin aktivitas pelayaran di Selat Hormuz dapat kembali normal dalam waktu tujuh hari setelah kesepakatan tercapai.

"Posisi Republik Islam Iran sepenuhnya jelas dan tegas, dan Selat Hormuz tidak akan dibuka sampai tujuh syarat kami, berdasarkan Nota Kesepahaman Islamabad, dipenuhi," kata Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, dikutip detikNews dari Reuters, Senin (5/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Qalibaf juga meminta AS tidak menetapkan batas waktu dalam proses perundingan. Selain itu, Washington diminta tidak memaksakan tuntutan secara sepihak selama negosiasi berlangsung.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menyebut Iran telah menyampaikan sikap umumnya kepada AS melalui pihak mediator. Namun, menurutnya, masih terdapat sejumlah hal tambahan yang perlu disampaikan kepada pemerintah AS.

ADVERTISEMENT

"Usulan Amerika kurang lebih sejalan dengan posisi mereka sebelumnya, khususnya mengenai isu nuklir. Kami memberi tahu mereka bahwa fokus kami pada tahap ini adalah isu Selat Hormuz dan pemulihan keamanan di jalur air ini membutuhkan langkah-langkah yang jelas dari AS," katanya.

Baghaei juga menepis kabar yang menyebut Iran menawarkan akses inspeksi fasilitas nuklir kepada badan pengawas nuklir PBB sebagai imbalan atas pencabutan sanksi dari AS. Dia menegaskan pembahasan mengenai persoalan nuklir belum dilakukan secara langsung antara Iran dan Washington.

Dalam dokumen tersebut, terdapat ketentuan mengenai periode tujuh hari yang digunakan untuk membangun kepercayaan sekaligus memperbaiki kesepakatan perdamaian yang dicapai pada Juni lalu, termasuk terkait program nuklir Iran.

Pejabat tersebut mengatakan Iran dan AS pada dasarnya tidak memiliki perbedaan pandangan mengenai substansi rencana tersebut. Perselisihan justru muncul terkait tahapan dan urutan tindakan yang harus dijalankan masing-masing pihak.



(nkm/nkm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads