Harga emas terus melanjutkan tren pelemahan. Per 2 Oktober 2026, harga emas Antam 24 karat hari ini turun Rp 5.000 per gram menjadi Rp 2.576.000 per gram.
Berdasarkan situs Logam Mulia Antam, Jumat (2/10/2026), harga emas untuk satuan terkecil yakni 0,5 gram berada di angka Rp 1.338.000. Sementara harga emas 10 gram dijual dengan harga Rp 25.255.000 dan ukuran emas terbesar yakni 1.000 gram (1 kg) dibanderol Rp 2.516.600.000.
Tren penurunan harga emas ini membuat sebagian warga Medan memilih memanfaatkan momentum untuk membeli barang tersebut. Sementara warga yang sudah memiliki emas cenderung menahan asetnya dan tidak terburu-buru menjual.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi sebagian warga, emas masih menjadi pilihan sebagai investasi atau aset. Ketika harga turun, kondisi tersebut justru dianggap sebagai kesempatan untuk membeli dan menyimpannya hingga harga kembali meningkat.
Salah satunya Angel, ia memilih membeli emas ketika harganya mengalami penurunan. Menurutnya, kondisi harga yang lebih rendah menjadi kesempatan untuk menambah aset.
"Kalau turun ya justru beli, atau kalau nggak mau beli, tahan dulu jangan jual," kata Angel, kepada detikSumut, Jumat (2/10/2026).
Angel menilai emas dapat disimpan terlebih dahulu dan dijual kembali ketika harga mengalami kenaikan. Karena itu, ketika harga sedang turun, ia memilih tidak terburu-buru menjual emas yang sudah dimiliki.
Sementara itu, Rosik memilih menahan emas yang dimilikinya di tengah teen penurunan harga. Ia berencana untuk mencairkan emas tersebut menjelang Idulfitri untuk memenuhi kebutuhan Lebaran.
Namun, rencana tersebut membuat Rosik mulai mencemaskan pergerakan harga emas. Ia berharap harga kembali naik ketika mendekati waktu emas tersebut akan dijual.
Bagi Rosik, menjual emas saat harga sedang turun bukan pilihan yang diinginkan. Selama belum membutuhkan dana, ia memilih mempertahankan aset tersebut sambil menunggu kondisi harga yang lebih baik.
"Gadai itu pas harga naik, karena kita butuh duit banyak tapi tanpa mau kehilangan barang kita," ujar Rosik.
Artikel ini ditulis Hafizna Irasa Hasibuan, Peserta Maganghub Kemnaker di detikcom
(nkm/nkm)
