Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dituding sebagai 'penjahat perang'. Tudingan itu disampaikan karena aksi Netanyahu di Gaza.
"Tentu saja. Apa yang telah dilakukan di Gaza adalah kejahatan perang, dan siapa pun yang bertanggung jawab atas hal ini adalah penjahat perang," kata Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, dikutip detikNews dari Anadolu Agency.
"Rumah-rumah sakit telah menjadi sasaran, sekolah juga telah menjadi sasaran. Apa pun pembenaran dan argumen yang dikemukakan, tidak ada yang dapat membenarkan tindakan ini," sebutnya.
Al Thani juga menuduh Netanyahu menyerang Qatar secara politis untuk mengalihkan perhatian dari tindakannya sendiri maupun tindakan pemerintahannya.
Dia kembali mengecam serangan udara Israel terhadap Doha pada September 2025, yang menargetkan pejabat Hamas saat Qatar sedang melakukan upaya mediasi. Serangan itu menewaskan lima anggota Hamas dan seorang petugas keamanan Qatar.
"Kami diserang oleh Israel saat kami sedang melakukan mediasi. Netanyahu telah melampaui batas, seperti dia telah melampaui batas-batas lainnya di masa lalu," kecam Al Thani.
Meskipun ketegangan masih tinggi, Al Thani menyatakan Qatar akan tetap mengedepankan diplomasi, dengan alasan bahwa komunikasi di balik layar masih menjadi cara paling efektif untuk mencapai kemajuan dalam dialog.
"Kami berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan saran terbaik kepada pemerintah AS mengenai cara mencapai solusi, begitu pula kepada pihak Iran," tandasnya.
Simak Video "Video: Drone Israel Tembak Warga Sipil Gaza, 10 Orang Tewas"
(astj/astj)