Tawaran Damai Iran Ditolak Trump, Harga Minyak Meroket Lagi

Internasional

Tawaran Damai Iran Ditolak Trump, Harga Minyak Meroket Lagi

Tim detikNews - detikSumut
Senin, 28 Sep 2026 12:19 WIB
US President Donald Trump addresses the 81st United Nations General Assembly at the United Nations Headquarters in New York, on September 22, 2026. (Photo by ANGELA WEISS / AFP)
Presiden AS Donald Trump (Foto: AFP/ANGELA WEISS)
Medan -

Harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan lebih dari 1% pada Senin (28/9/2026). Pergerakan harga tersebut terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak tawaran perdamaian dari Iran yang berkaitan dengan penyelesaian konflik dan pembukaan kembali Selat Hormuz.

Dilansir detikNews dari Reuters, Senin (28/9/2026), harga minyak Brent tercatat naik US$ 1,82 atau 1,74% menjadi US$ 106,14 per barel pada pukul 22.02 GMT. Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) meningkat US$ 1,14 atau 1,23% menjadi US$ 93,55 per barel.

Sebelumnya, pemerintah Iran menawarkan pembukaan kembali Selat Hormuz bagi jalur pelayaran komersial dalam waktu sekitar satu pekan. Namun, tawaran tersebut ditolak Trump.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Trump menilai Iran ingin segera mencapai kesepakatan karena berada dalam kondisi terdesak akibat konflik yang berlangsung.

"Mereka ingin membuat kesepakatan untuk segera membuka selat tersebut karena berada di ambang kekalahan besar," ujar Trump dilansir dari BBC.

ADVERTISEMENT

Menanggapi pernyataan tersebut, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan pihaknya masih menunggu respons resmi dari mediator. Pernyataan itu disampaikan Araghchi melalui unggahan di Telegram.

Sebelumnya, Araghchi mengungkapkan dalam pertemuan di PBB, New York, bahwa kesepakatan masih memungkinkan dicapai apabila ketentuan yang tercantum dalam nota kesepahaman (MoU) pada Juni lalu dapat dipenuhi.

Araghchi juga menilai sejumlah pernyataan Trump kerap terdengar positif, tetapi tidak jarang berlawanan satu sama lain. Karena itu, ia memilih menunggu sikap akhir dari tim mediator sebelum menentukan langkah berikutnya.

Sementara itu, situasi konflik yang semakin memanas turut diikuti laporan dari Wall Street Journal. Media tersebut menyebut Trump sejak awal telah meragukan keseriusan Iran dalam memenuhi tuntutan yang diajukannya.

Trump juga dilaporkan telah memberi sinyal kepada stafnya bahwa kemungkinan dilakukannya kembali serangan atau pengeboman lanjutan masih terbuka.



(nkm/nkm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads