Waspada 'Superflu', Kemenkes Dorong Kelompok Rentan untuk Vaksinasi

Waspada 'Superflu', Kemenkes Dorong Kelompok Rentan untuk Vaksinasi

Nafilah Sri Sagita K - detikSumut
Sabtu, 26 Sep 2026 04:03 WIB
Ilustrasi detikX Flu Singapura
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap peningkatan kasus influenza, khususnya pada kelompok yang memiliki risiko lebih besar mengalami komplikasi.

Lansia menjadi salah satu kelompok yang mendapat perhatian khusus. Penurunan fungsi organ seiring bertambahnya usia serta banyaknya penyakit penyerta membuat kelompok ini lebih rentan mengalami kondisi berat ketika terinfeksi influenza.

Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan RI Imran Pambudi mengatakan influenza pada lansia tidak seharusnya dipandang hanya sebagai penyakit musiman yang biasa. Infeksi tersebut dapat berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius, termasuk pneumonia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Lansia merupakan kelompok usia yang paling rentan terhadap penyakit pernapasan karena sistem imun yang melemah, fungsi organ yang menurun, serta adanya penyakit penyerta," kata Imran dalam keterangan tertulis, dilansir detikHealth, Kamis (24/9/2026).

Penyakit Penyerta Tingkatkan Risiko

Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan sejumlah penyakit cukup banyak ditemukan pada kelompok lansia. Hipertensi tercatat memiliki prevalensi 63,5 persen, disusul obesitas 14,1 persen, diabetes 5,7 persen, pneumonia 5,6 persen, serta ISPA 4,6 persen.

ADVERTISEMENT

Keberadaan penyakit-penyakit tersebut dapat meningkatkan risiko komplikasi ketika lansia mengalami influenza. Kondisi ini berkaitan dengan menurunnya cadangan fungsi paru dan jantung sehingga tubuh tidak lagi seoptimal usia muda dalam menghadapi tekanan akibat infeksi saluran pernapasan.

Gambaran serupa terlihat dari data Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2025 yang melibatkan sekitar 7 juta lansia. Data tersebut menunjukkan sebagian besar lansia masih kurang melakukan aktivitas fisik. Selain itu, lebih dari sepertiga lansia mengalami obesitas sentral dan sekitar sepertiga lainnya tercatat mengalami gangguan kognitif.

Bedakan Influenza dan ISPA

Imran menjelaskan influenza dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan dua istilah yang berbeda. ISPA merupakan istilah yang mencakup berbagai jenis infeksi pada saluran pernapasan, sedangkan influenza merupakan salah satu penyakit yang masuk dalam kategori tersebut.

ISPA dapat dipicu oleh beragam virus, di antaranya influenza, respiratory syncytial virus (RSV), adenovirus, dan rhinovirus. Selain virus, bakteri serta faktor lingkungan seperti polusi udara dan paparan asap rokok juga dapat berkontribusi terhadap terjadinya ISPA.

Adapun influenza secara spesifik disebabkan oleh virus influenza. Beberapa gejala yang umum muncul antara lain demam secara tiba-tiba, batuk, nyeri otot, sakit kepala, sakit tenggorokan, pilek, dan kelelahan.

"Influenza termasuk dalam kategori ISPA, tetapi tidak semua ISPA adalah influenza," jelasnya.

Secara internasional, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan influenza musiman menyebabkan sekitar 3-5 juta kasus penyakit berat setiap tahun. Penyakit tersebut juga diperkirakan berkaitan dengan 290 ribu hingga 650 ribu kematian akibat gangguan pernapasan setiap tahunnya.

Lansia termasuk salah satu kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami influenza dengan kondisi berat.

Di Indonesia, jumlah kasus ISPA pada lansia juga cukup tinggi. Data nasional periode Januari hingga Agustus 2026 mencatat lebih dari 2,4 juta kasus ISPA pada kelompok tersebut.

Perkembangan kasus menunjukkan adanya peningkatan pada awal 2026. Jumlahnya kemudian mengalami penurunan pada pertengahan tahun sebelum kembali meningkat pada Agustus.

Kenaikan tersebut terjadi bersamaan dengan adanya laporan peningkatan kasus influenza A, termasuk subtipe H3N2 yang belakangan ramai disebut di media sebagai 'superflu'.

Sejumlah wilayah dengan jumlah penduduk besar seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, dan Banten tercatat memiliki jumlah kasus ISPA lansia yang tinggi.

Walaupun jumlah kasus influenza pada lansia dapat lebih sedikit dibandingkan kelompok usia dewasa, dampak yang ditimbulkan bisa lebih berat. Hal itu dipengaruhi oleh keberadaan penyakit penyerta serta penurunan fungsi tubuh pada usia lanjut.

Sebagai contoh, Aceh mencatat 2.902 kasus ISPA pada lansia pada Januari 2026. Dari total tersebut, sebanyak 35 kasus merupakan pneumonia.

Kemenkes Dorong Vaksinasi Influenza

Untuk mengurangi risiko komplikasi pada kelompok rentan, Kemenkes mendorong berbagai langkah perlindungan, salah satunya melalui vaksinasi influenza.

WHO menyatakan vaksinasi menjadi salah satu langkah utama dalam mencegah influenza. Pemberian vaksin dianjurkan dilakukan setiap tahun karena perlindungan yang terbentuk dapat berkurang seiring waktu, sementara virus influenza terus mengalami perubahan.

Pada kelompok lansia, vaksinasi memang tidak selalu mampu mencegah infeksi secara keseluruhan. Namun, vaksin dapat membantu menekan tingkat keparahan penyakit sekaligus mengurangi risiko komplikasi dan kematian.

Selain lansia, sejumlah kelompok lain juga memiliki risiko lebih besar mengalami komplikasi akibat influenza. Mereka antara lain penderita penyakit kronis, ibu hamil, anak-anak usia dini, serta orang dengan kondisi yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menurun.

"Perlindungan terhadap lansia menjadi sangat penting. Vaksinasi influenza tahunan harus diperluas, terutama di wilayah padat penduduk," kata Imran.

Menurut Imran, pencegahan tidak hanya bergantung pada vaksinasi dan deteksi dini. Faktor lingkungan juga perlu diperhatikan, termasuk ketersediaan air yang memadai, sirkulasi udara atau ventilasi rumah yang baik, serta lingkungan tempat tinggal yang mendukung kenyamanan lansia.

"Perlindungan terhadap lansia membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Dengan vaksinasi, perhatian keluarga, dan dukungan komunitas, lansia dapat tetap sehat, mandiri, dan produktif," pungkasnya.



(nkm/nkm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads