Mengintip Pabrik Teknologi di Batam, Puluhan Ribu Unit ASUS Dirakit Tiap Tahun

Kepulauan Riau

Mengintip Pabrik Teknologi di Batam, Puluhan Ribu Unit ASUS Dirakit Tiap Tahun

Alamudin Hamapu - detikSumut
Selasa, 22 Sep 2026 06:29 WIB
Produk Asus
Produk Asus (Foto: Dok. Asus)
Batam -

Kota Batam, Kepulauan Riau, terus memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat manufaktur elektronik nasional. Di balik perangkat komputer dan laptop yang digunakan oleh sektor korporasi maupun instansi pemerintah di Indonesia, terdapat proses produksi lokal yang presisi, mulai dari perakitan, pengujian kualitas, hingga pengemasan produk sebelum sampai ke tangan konsumen.

Salah satu fasilitas manufaktur yang menjadi tulang punggung produksi tersebut adalah PT Sat Nusa Persada Tbk di Batam. Perusahaan ini bermitra secara strategis dengan ASUS Indonesia untuk memproduksi lini perangkat komputasi dalam rangka memenuhi regulasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Commercial Product Marketing ASUS Indonesia, Aldy Ramadiansyah, mengungkapkan bahwa kolaborasi ASUS dengan Sat Nusa Persada telah terjalin cukup lama, yakni sejak 2015.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"ASUS Indonesia dengan Sat Nusa Persada itu dimulai dari tahun 2015. Jadi awalnya kami memproduksi unit smartphone," kata Aldy di Batam, Rabu (16/9/2026).

ASUS mulai menjalankan produksi lokal untuk perangkat ber-TKDN pada 2022 yang diawali dari lini produk notebook (laptop). Hingga akhirnya pada tahun 2026, lini produksi lokal ASUS di fasilitas Sat Nusa Persada telah mencakup portofolio produk komputasi yang lengkap (complete line-up).

ADVERTISEMENT

"ASUS secara produk TKDN mulai local manufacture di tahun 2022 dari produk line-up notebook terlebih dahulu. Lalu pada akhirnya di tahun 2026 ini, kami sudah memiliki complete line-up, yaitu ada notebook, desktop, dan all in one (AiO) PC," ujarnya.

Mengenai volume manufaktur, Aldy menyebutkan bahwa target produksi lini TKDN ASUS berada di kisaran puluhan ribu unit per tahun.

"Kalau kita ngomongin tahunan itu kurang lebih sekitar 36.000 hingga 56.000 unit. Untuk periode 2025-2026, angka produksi berada di kisaran 56.000 unit yang mencakup kombinasi laptop, desktop, dan all in one," jelasnya.

Terkait dengan perbandingan ketersediaan produk ASUS di pasar Indonesia, Aldy mencatat bahwa sekitar 30 persen merupakan produk ber TKDN yang dirakit secara lokal di Batam, sementara 70 persen sisanya masih dipenuhi melalui produk impor.

Aldy menjelaskan, predikat TKDN pada produk ASUS diperoleh melalui sejumlah proses manufaktur domestik. Meskipun komponen utama seperti motherboard masih diimpor dari luar negeri, proses perakitan utuh atau assembling dilakukan sepenuhnya di Batam.

"Dari segi TKDN yang kami lakukan di dalam negeri itu ada proses assemble (perakitan). Komponen dikirimkan dari luar, lalu di sini kami melakukan perakitan hingga menjadi satu unit perangkat utuh," jelasnya.

Selain perakitan unit utama, ASUS juga memproduksi perangkat pendukung dan kemasan secara lokal, seperti headset, tas laptop, hingga materi percetakan berupa buku panduan dan kardus (box). Seluruh elemen tersebut kemudian dihitung menjadi satu kesatuan skor TKDN.

"Lalu yang kedua adalah kami juga memproduksi headset, kami juga memproduksi tas, pouch, kabel USB type-C dan charger lalu juga kami memproduksi segala macam printing materialnya. Seperti misalnya guidelinenya atau dus-nya dan segala macam. Dan itu semuanya di-wrap up atau dikumpulkan menjadi satu TKDN score yang utuh, seperti itu," ujarnya.

Operasional lini produksi ASUS di fasilitas Sat Nusa Persada didukung oleh sekitar 70 orang tenaga kerja terampil lokal. Di fasilitas ini, kapasitas produksi laptop dapat mencapai hingga 700 unit per hari.

Sebagai gambaran, untuk lini desktop bisnis seperti seri ExpertCenter PG500MV yang ditenagai oleh Intel® Core™ 7 Processor 240H dan menghadirkan ekosistem komputasi cerdas dengan performa tinggi khusus segmen industri. proses manufakturnya meliputi pemasangan mainboard dan komponen utama, instalasi kartu grafis, pengujian daya, stress test, hingga pengawasan kualitas

Aldy tidak memungkiri bahwa ketersediaan serta pengembangan kompetensi sumber daya manusia menjadi salah satu tantangan sekaligus kunci utama dalam manufaktur teknologi.

"Pengembangan manpower menjadi salah satu poin penting. Ke depan, ASUS berkomitmen untuk selalu comply dan mematuhi setiap regulasi terbaru dari pemerintah terkait TKDN demi mendorong ekosistem industri elektronik dalam negeri," ujarnya.



(afb/afb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads