Maudy Ayunda menyampaikan permintaan maaf secara terbuka setelah konten mindfulness yang dibuatnya menuai kontroversi. Aktris sekaligus penyanyi tersebut mengatakan telah melakukan evaluasi pernyataannya sebelum menyampaikan permintaan maaf.
Permintaan maaf itu disampaikan Maudy melalui akun Instagram pribadinya pada Minggu (20/9/2026). Dalam unggahannya, ia mengakui telah menerima berbagai respons atas konten yang sebelumnya disampaikan. Berikut pernyataan bintang film Para Perasuk tersebut.
"Beberapa waktu terakhir, aku mengambil waktu untuk mendengar, merefleksikan kembali apa yang aku sampaikan, dan memahami berbagai respons yang muncul setelahnya. Aku menyadari bahwa apa yang aku sampaikan telah menyebabkan kekecewaan dan kemarahan. Aku minta maaf...
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada perspektif dan konteks yang belum cukup aku pertimbangkan, sehingga apa yang aku sampaikan terasa jauh dari realita dan pengalaman yang sedang dihadapi banyak orang.
ADVERTISEMENT
Aku menyadari bahwa aku masih perlu banyak belajar.
Aku perlu lebih banyak mendengar, lebih peka, lebih berempati, dan lebih terbuka terhadap perspektif yang berbeda dari pengalamanku sendiri.
Aku juga sadar bahwa suara, akses, platform, dan berbagai bentuk privilese yang aku miliki membawa tanggung jawab. Dan ada saat-saat ketika aku bisa lebih hadir atau bersuara. Aku akan terus belajar dan berusaha lebih bijak dalam menggunakan ruang dan kapasitas yang aku punya.
Sekali lagi, aku minta maaf. Terima kasih untuk semua masukan dan perspektifnya. Aku tahu satu permintaan maaf tidak serta-merta menghapus kekecewaan yang sudah muncul. Tapi, aku akan berusaha lebih baik ke depannya," tulis Maudy Ayunda
Kontroversi tersebut bermula dari video yang diunggah Maudy pada 21 Agustus 2026. Dalam video itu, ia membagikan cara yang dilakukannya untuk menghadapi banyaknya informasi, khususnya berita buruk yang terjadi di Indonesia.
Pernyataan tersebut kemudian mendapat kritik dari sejumlah netizen. Maudy dinilai kurang menunjukkan empati karena cara yang disampaikannya dianggap tidak cukup mempertimbangkan kondisi dan realitas yang tengah dihadapi masyarakat Indonesia.
Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah pilihan Maudy untuk melakukan semacam 'diet' berita. Langkah tersebut dinilai sebagian netizen sulit dipisahkan dari realitas kehidupan masyarakat yang harus berhadapan langsung dengan berbagai persoalan.
Dalam konten tersebut Maudy membagikan pengalaman pribadinya dalam mengelola paparan informasi yang menurutnya semakin didominasi kabar buruk.
Ia menjelaskan bahwa dirinya berusaha mengendalikan informasi yang masuk ke pikirannya dengan memilih sumber berita, menentukan bacaan yang dikonsumsi, serta berdiskusi dengan orang-orang yang dinilai memiliki pemahaman terhadap persoalan tertentu.
Menurut Maudy, langkah tersebut membantunya mengenali dan mengelola kondisi emosional ketika harus berhadapan dengan begitu banyak informasi yang muncul setiap hari.
