Pemerintah Kota (Pemkot) Medan menargetkan pembebasan lahan di pintu tol Bandar Selamat, Jalan Letda Sudjono rampung tahun ini. Lahan tersebut nantinya akan dibangun kolam retensi.
Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin menyebut, pihaknya akan mempercepat pembebasan lahan untuk mendukung pembangunan saluran air di kawasan tersebut.
"Pembayaran dan pembebasan lahan ditargetkan selesai bulan ini sehingga pekerjaan fisik dapat diajukan untuk dilaksanakan tahun depan," ujar Zakiyuddin melalui keterangan tertulis, Sabtu (19/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Zakiyuddin, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah menyiapkan anggaran untuk pembangunan riol sepanjang hampir satu kilometer di kawasan pintu tol ini.
Menurutnya, Pemkot Medan juga telah menyiapkan anggaran pembebasan lahan yang dibutuhkan untuk area resapan air. Ia memastikan anggaran pembebasan lahan dari Pemkot Medan tersebut telah tersedia.
"Uangnya sudah ada. Tinggal pembebasannya," katanya.
Zakiyuddin mendorong proses administrasi dan pembayaran lahan segera dituntaskan agar rencana pembangunan tidak kehilangan momentum.
"Jangan sampai nanti Kementerian PU pun terakhir tidak mau lagi atau anggarannya dialihkan ke tempat yang lain. Kita harus cepat jemput bolanya," kata Zakiyuddin.
Politisi Partai Gerindra ini berharap pembangunan saluran tersebut dapat membantu mengatasi persoalan banjir di kawasan Jalan Letda Sujono, khususnya di pintu tol Bandar Selamat.
Sebelumnya, Kepala Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan, Khairul Azmi mengatakan, untuk mengatasi banjir di kawasan pintu tol Bandar Selamat ini akan dilakukan pembangunan kolam retensi.
"Rencana akan dilakukan tahun 2027. Tahun ini dilakukan pembebasan tanah di Dinas Perkim dan masih berproses. Insyaallah rampung tahun ini," ujar Azmi saat dikonfirmasi, Jumat (11/9/2026).
Terkait jumlah anggaran yang nantinya akan dipakai dari APBD Kota Medan tahun 2027, Azmi menyebut pihaknya masih melakukan penghitungan.
"Saat ini kita masih menghitung (jumlah anggarannya)," ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meninjau lokasi yang rentan banjir di gerbang tol Bandar Selamat, Jalan Letda Sudjono, Kota Medan.
Usai meninjau, Bobby menyebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Utara menawarkan anggaran kepada Pemkot Medan untuk pembangunan kolam retensi di lokasi ini.
"Kami dari provinsi tadi hanya menyampaikan kalau memang dari Pemko belum menganggarkan, kami akan coba anggarkan dan kami coba bangun kolam retensinya melalui ya intervensi Pemprov," ujar Bobby saat diwawancarai di lokasi, Selasa (8/9/2026).
Namun, Bobby mengatakan, Pemkot memutuskan untuk membangun kolam retensi tersebut dengan menggunakan APBD Kota Medan.
"Tapi tadi Pak Wakil Wali Kota sudah menyampaikan akan dibangun oleh Pemkot Medan. Jadi, akan dikerjakan dalam hal ini Pemko Medan dan Kementerian PU. Dan kami tadi hanya minta agar dipercepat proses administrasi penetapan penlock," tambahnya.
Bobby menjelaskan ruas Jalan Letda Sudjono yang berada tepat di bawah Tol Belmera sebagian merupakan jalan nasional. Untuk itu, kata Bobby, selain Pemkot Medan, pembangunan juga akan dikerjakan oleh Kementerian PU.
"Kami sampaikan ke Pemko Medan, ini kan di bawah jalan tol ya, ada sebagian masuk jalan nasional. Oleh karena itu tadi Kementerian PU juga ikut, nanti pertama pekerjaannya ini akan membangun kolam retensi," ucapnya.
"Nah ini pembagian tugas, yang akan membangun drainasenya atau aliran masuk ke inlet apa namanya kolam retensi sepanjang 1,7 kilometer nanti akan dikerjakan oleh Kementerian PU.
PR berikutnya adalah pembebasan lahan untuk membangun kolam retensinya," ungkapnya.
Diketahui, lokasi di sekitar gerbang tol Bandar Selamat memang kerap banjir. Genangan air bisa setinggi paha orang dewasa.
Lantaran kerap dilewati oleh kendaraan besar, banjir di lokasi ini juga kerap menyebabkan kemacetan.
Foto: Gubernur Sumatra Utara Bobby Nasution meninjau lokasi yang rentan banjir di gerbang tol Bandar Selamat. (Rechtin Hani Ritonga/detikSumut)
Simak Video "Video Tarif Baru Parkir di Medan: Motor Rp 2 Ribu, Mobil 4 Ribu"
[Gambas:Video 20detik] (mjy/mjy)
