Warna ternyata bukan cuma soal membuat sesuatu terlihat lebih menarik atau estetik. Tanpa disadari, warna juga bisa memberikan gambaran dan nuansa tertentu yang membuat suasana di sekitar terasa berbeda.
Karena itu pemilihan warna sering menjadi bagian penting ketika seseorang ingin menciptakan suasana tertentu. Hal ini bisa kita lihat dari kehidupan sehari-hari.
Sebagai contoh, kamar dengan warna biru atau hijau sering terasa lebih tenang, sementara ruangan dengan warna kuning atau oranye bisa memberikan kesan lebih cerah dan penuh energi. Walaupun setiap orang bisa merasakan efek yang berbeda, warna memang sering dikaitkan dengan suasana hati atau mood seseorang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam psikologi, hubungan antara warna dengan perasaan ini dikenal sebagai psikologi warna. Melansir dari Alodokter, warna dapat mempengaruhi suasana hati, perasaan, emosi, hingga perilaku seseorang.
Namun, pengaruh tersebut juga bisa berbeda-beda karena dipengaruhi oleh pengalaman, budaya, kondisi sosial, dan keadaan masing-masing orang.
Salah satu contoh yang cukup mudah dilihat adalah warna biru.
Warna ini sering memberikan kesan tenang dan rileks sehingga banyak digunakan pada kamar tidur atau tempat yang memang dibuat untuk beristirahat. Sementara itu, warna merah cenderung memberikan kesan lebih kuat, berani, energik, dan menarik perhatian.
Bukan cuma biru dan merah, warna kuning juga sering dikaitkan dengan suasana ceria dan optimistis. Warna yang terang ini bisa membuat sebuah ruangan terasa lebih hidup. Begitu juga dengan warna hijau yang identik dengan alam dan sering memberikan kesan nyaman, segar, serta menenangkan.
Pemilihan warna juga bisa mempengaruhi suasana sebuah tempat. Coba bayangkan sebuah kafe dengan warna cokelat, krem, dan sedikit warna hijau. Kemungkinan besar tempat tersebut akan terasa lebih hangat dan nyaman dibandingkan ruangan yang dipenuhi warna-warna sangat terang.
Hal yang sama juga berlaku pada pakaian. Ada orang yang memilih warna hitam karena ingin terlihat lebih simpel dan formal, sementara warna cerah seperti kuning atau oranye dipilih ketika ingin memberikan kesan lebih santai dan bersemangat. Pilihan tersebut memang tidak otomatis mengubah perasaan seseorang, tetapi warna bisa ikut membangun kesan dan suasana yang dirasakan.
Jadi, warna memang bisa ikut mengubah suasana, tetapi bukan berarti satu warna akan memberikan efek yang sama kepada semua orang. Pengalaman pribadi dan budaya juga punya pengaruh. Karena itu, tidak ada salahnya memilih warna yang menurut kita paling nyaman dan sesuai dengan suasana yang ingin diciptakan, baik untuk pakaian, kamar, maupun tempat berkumpul.
Artikel ditulis Nency Siagian, mahasiswi PKL di detikcom
Baca juga: Ini Posisi Kasur Terbaik Menurut Feng Sui |
Simak Video "Cari-cari Inspirasi Dekorasi di Goodrich Lifestyle Fest 2024"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)
