Pemprov Sumut membangun dan merehabilitasi ruang kelas SMA/SMK dan SLB negeri yang terdampak bencana akhir tahun lalu. Terdapat 75 sekolah yang mendapat ruang kelas baru hingga rehabilitasi yang dilakukan Pemprov Sumut.
Sekretaris Dinas Pendidikan Sumut Terang Dewi Susantri Ujung mengatakan dana Transfer ke Daerah diprioritaskan untuk rehabilitasi pascabencana. Pihaknya mengarahkan anggaran TKD itu untuk rehabilitasi dan bangun ruang kelas baru.
"Jadi kita mendapat dana TKD yang kita prioritaskan proses rehabilitasinya untuk daerah terdampak bencana, untuk tahun 2026 ini, sekolah-sekolah yang terdampak bencana itu kita anggarkan untuk proses rehabilitasinya," kata Terang Dewi Susantri Ujung, Kamis (17/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terang Dewi menjelaskan jika anggaran untuk rehabilitasi sekolah dari Pemprov Sumut tidak beririsan dengan pekerjaan yang dilakukan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
"Anggaran yang diberikan ke sekolah-sekolah baik itu melalui itu cabang dinas maupun bidang, itu tidak beririsan dengan dana dari kementerian, jadi kita pisahkan kalau sudah dibiayai pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar Menengah," jelasnya.
Untuk ruang kelas baru, terdapat 27 sekolah tahun ini. Sementara untuk rehabilitasi ruang kelas terdapat 48 sekolah.
"Ruang kelas baru 27 sekolah, rehabilitasi 48 sekolah," ungkapnya.
Jumlah itu termasuk dalam bagian 297 ruang kelas baru dan rehabilitasi yang dilakukan oleh Pemprov Sumut untuk SMA/SMK dan SLB tahun ini. Selain itu, terdapat 7 sekolah yang direvitalisasi yang merupakan bagian dari Program Strategis Daerah (PSD).
Terang Dewi Susantri Ujung mengatakan terdapat rehabilitasi 187 ruang kelas. Saat ini proses pengerjaannya sudah berjalan dan terdapat 17 sudah selesai.
"Melaksanakan rehabilitasi terhadap 187 ruang kelas dan saat ini sudah ada yang berproses dengan rata-rata pekerjaan fisik di 70 persen," tuturnya.
187 ruang kelas itu berada di 70 sekolah. Anggaran yang disiapkan sebesar Rp 31 miliar.
"187 ruang kelas ini ada 70 sekolah dengan rincian total pagu anggaran Rp 31.390.668.601," ucapnya.
Sementara terdapat 120 ruang kelas yang dibangun tahun. Saat ini proses pengerjaannya sedang berjalan.
"Pembangunan ruang kelas baru, ada 120 ruang kelas yang kita laksanakan di tahun 2026, ini sudah seluruhnya sedang berjalan proses pengerjaannya," ujarnya.
120 ruang kelas baru itu tersebar di 43 sekolah. Anggaran yang disiapkan sebesar Rp 41 miliar.
"Untuk ruang kelas baru ada 120 kelas untuk 43 sekolah dengan anggaran Rp 41.494.275.000," jelasnya.
Selain itu, terdapat 7 sekolah yang bakal direvitalisasi tahun ini. Anggaran yang digelontorkan sebesar Rp 31 miliar.
"Revitalasasi ada di 7 sekolah dengan total Rp 31.079.491.760," tuturnya.
