107 Ribu Warga Jepang Berusia 100 Tahun, Pecahkan Rekor!

Internasional

107 Ribu Warga Jepang Berusia 100 Tahun, Pecahkan Rekor!

Tim detikFinance - detikSumut
Rabu, 16 Sep 2026 16:11 WIB
Kelas Makeup di Jepang Diikuti Lansia
Ilustrasi lansia di Jepang (Foto: AP/Yuri Kageyama)
Tokyo -

Jepang tengah menghadapi persoalan penurunan jumlah penduduk yang berlangsung selama beberapa dekade. Namun, di tengah tren tersebut, populasi warga lanjut usia justru terus mengalami peningkatan, khususnya mereka yang telah mencapai usia 100 tahun atau lebih.

Dikutip detikFinance dari CNN, Rabu (16/9/2026), jumlah penduduk Jepang berusia 100 tahun ke atas kini telah menembus angka 100.000 jiwa. Kondisi ini kembali menegaskan posisi Jepang sebagai salah satu negara dengan tingkat harapan hidup tertinggi di dunia.

Pemerintah Jepang mencatat, jumlah penduduk berusia 100 tahun ke atas mencapai 107.677 orang per September 2026. Angka tersebut meningkat hampir 8.000 orang dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini sekaligus menjadi rekor pertumbuhan berturut-turut selama 56 tahun untuk kelompok usia tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari total penduduk yang telah berusia satu abad, perempuan mendominasi jumlah tersebut. Sebanyak 94.298 orang atau sekitar 88 persen dari keseluruhan populasi centenarian di Jepang merupakan perempuan.

Menteri Kesehatan Jepang Kenichiro Ueno menyambut baik perkembangan tersebut. Ia menilai tingginya jumlah warga berusia lanjut menunjukkan bahwa masyarakat Jepang memiliki tingkat kesehatan yang baik dan tetap mampu menjalani aktivitas.

ADVERTISEMENT

Jepang selama ini dikenal sebagai salah satu negara dengan angka harapan hidup terpanjang secara global. Berdasarkan data Bank Dunia, rata-rata harapan hidup penduduk Jepang mencapai 84 tahun pada 2024.

Sejumlah faktor disebut berkontribusi terhadap tingginya angka tersebut, mulai dari pola makan yang relatif sehat hingga sistem pelayanan kesehatan yang berkembang. Selain itu, sebagian masyarakat Jepang juga menerapkan filosofi hidup ikigai, yaitu konsep menemukan makna, tujuan, dan kebahagiaan dalam kehidupan sehari-hari.

Meski demikian, Jepang juga memiliki budaya kerja dengan durasi panjang, terutama di kawasan perkotaan.

Selain mencatat jumlah centenarian yang tinggi, Jepang juga menjadi tempat tinggal beberapa orang tertua di dunia.

Menurut data pemerintah Jepang, di antara mereka terdapat Fuyo Kishimoto, perempuan berusia 114 tahun asal Kyoto, serta Hikaru Kato, pria berusia 112 tahun yang berasal dari Kumamoto.

Namun, meningkatnya populasi lansia juga membawa tantangan serius bagi perekonomian Jepang. Sebagai negara dengan ekonomi terbesar keempat di dunia, Jepang harus menghadapi peningkatan kebutuhan biaya perawatan lansia sekaligus menyusutnya jumlah tenaga kerja produktif.

Di sisi lain, meskipun usia harapan hidup masyarakat terus bertambah, jumlah penduduk Jepang yang saat ini sekitar 123 juta jiwa tetap mengalami penurunan. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh angka kelahiran yang terus merosot hingga mencapai rekor terendah.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Jepang berupaya mengatasi kekurangan tenaga kerja dengan membuka kesempatan bagi pekerja terampil dan buruh asing. Namun, kebijakan tersebut belakangan diikuti dengan pengetatan persyaratan visa di tengah meningkatnya sentimen anti-asing di negara tersebut.



(nkm/nkm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads