Mohammad Yasin, seorang guru honorer di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah (Sulteng), diberhentikan dari tugasnya setelah menjadi sorotan publik karena penampilannya yang berdandan layaknya perempuan saat mengajar di sekolah. Keputusan tersebut diambil setelah pihak sekolah melakukan evaluasi internal.
Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah Firmanza membenarkan kabar pemberhentian Yasin dari SD Negeri 1 Ogotua. Namun, ia menegaskan bahwa keputusan terhadap status guru honorer tersebut merupakan kewenangan Dinas Pendidikan Kabupaten Tolitoli.
"Itu memang kewenangan dari Dinas Pendidikan Kabupaten. Kami cuma mendapatkan informasi kalau guru tersebut sudah diberhentikan dari tugasnya sebagai guru honorer," kata Firmanza dilansir detikSulsel, Rabu (16/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keputusan pemberhentian Yasin tercantum dalam surat resmi SD Negeri 1 Ogotua Nomor 045.2/048/SDN1.OGOTUA/DISDIKBUD/IX/2026 yang diterbitkan pada 12 September 2026.
Dalam surat itu disebutkan bahwa pemberhentian dilakukan berdasarkan hasil evaluasi internal sekolah, dengan mempertimbangkan norma serta etika yang berlaku di lingkungan pendidikan.
Pihak sekolah juga menyatakan keputusan tersebut diambil untuk menjaga kenyamanan dan kepentingan bersama seluruh warga sekolah. Namun, surat tersebut tidak merinci perilaku maupun peristiwa spesifik yang menjadi dasar evaluasi internal.
Viral di Media Sosial
Nama Mohammad Yasin sebelumnya menjadi perhatian setelah video dirinya berdandan menyerupai perempuan saat mengajar beredar luas di media sosial. Sorotan tersebut kemudian mendapat perhatian dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tolitoli.
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Disdikbud Tolitoli, Takdir Nurdin, mengatakan pihaknya telah memanggil kepala sekolah tempat Yasin mengajar. Guru tersebut juga dipanggil untuk mendapatkan pembinaan.
"Iya, kami sudah undang Kepsek sama yang bersangkutan," kata Takdir kepada detikcom, Sabtu (12/9).
Setelah video tersebut viral, Yasin menyampaikan permintaan maaf melalui akun media sosial pribadinya pada Jumat (11/9). Ia menjelaskan bahwa dirinya tidak memiliki maksud untuk mengajak para siswa mengikuti atau meniru penampilannya.
"Saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak yang merasa kurang nyaman atau tersinggung dengan video yang saya bagikan," tulis Yasin dalam unggahannya.
"Tidak ada maksud untuk merendahkan, melecehkan, ataupun mengajak siapa pun untuk meniru apa yang saya lakukan," katanya.
