Marc Marquez untuk pertama kalinya memimpin klasemen MotoGP 2026 setelah tampil sebagai juara di Misano. Marquez mengaku sangat bahagia, sekaligus menolak terlena.
Melansir detikSport, Marquez diuntungkan dengan crash yang dialami pole sitter Marco Bezzecchi di putaran pertama balapan MotoGP San Marino, Minggu (13/9). Rider Ducati itu mengambil alih pimpinan lomba, lalu mengatasi perlawanan Jorge Martin.
Pada prosesnya, Marquez menjaga posisi terdepan hingga akhir lomba untuk menyapu bersih seri San Marino. Tambahan 37 poin ini membawa Marc Marquez ke puncak klasemen MotoGP dengan 274 poin. Marquez punya jumlah angka yang sama dengan Martin (2) namun unggul jumlah kemenangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Marquez akhirnya kembali ke performa terbaik seusai tersendat di awal musim ini. Dipengaruhi cedera bahu yang dideritanya di Mandalika tahun lalu, Marquez kesulitan sehingga sempat tertinggal 102 poin dari pemimpin klasemen.
Akan tetapi, setelah seri Italia Marquez bangkit. Juara dunia sembilan kali tersebut memenangi lima dari tujuh balapan grand prix terakhir, termasuk menyapu bersih empat seri di antaranya. Kendati demikian, Marc Marquez menegaskan bahwa kejuaraan belum selesai.
"Rasanya tidak nyata. Ini terasa tidak nyata," cetus Marquez di parc ferme, yang diwartakan Crash. "Tapi aku tidak pernah menyerah. Aku akan berjuang sampai akhir. Ini belum selesai, ini belum berakhir."
"Jadi, kami sekarang ada di puncak klasemen, bersaing melawan pebalap-pebalap yang sangat bagus terutama Martin dan Bez. Namun, seperti yang kita saksikan, semuanya di ambang batas, dan sebuah kesalahan kecil bisa mengakibatkan kehilangan banyak poin."
"Dan hari ini, memang benar di balapan tadi, setelah kesalahan Bezzecchi, aku sedikit terlalu percaya diri dan kemudian Martin menyerangku. Namun, kemudian aku mendapatkan kembali kepercayaan diri, aku menjaga kecepatan dan merasa gembira karena 37 poin di sini di Misano berarti sangat penting," lugas Marc Marquez.
