Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Peristiwa tragis terjadi di sebuah bungalow yang berada di kawasan Legian, Kuta, Kabupaten Badung, Bali. Seorang warga negara Australia berinisial SDJ (56) diduga menghabisi nyawa kedua anaknya sebelum ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri.
Kedua anak SDJ, masing-masing ADS (6) dan LKS (4), ditemukan telah meninggal dunia di dalam bungalow tersebut. Sementara itu, SDJ ditemukan dalam kondisi tergantung di lokasi yang sama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabid Humas Polda Bali Kombes Ariasandy mengatakan dugaan sementara tersebut didasarkan pada hasil pemeriksaan luar terhadap jasad para korban saat ditemukan. Meski demikian, kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kematian ketiganya.
"Diduga korban kedua anaknya berjenis kelamin laki-laki dan perempuan meninggal dengan cara dibekap dan dicekik, setelah itu bapaknya mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri," tutur Ariasandy, dilansir detikBali, Senin (14/9/2026).
Ketiga jasad kemudian dievakuasi ke RSUP Prof. IGNG Ngoerah untuk menjalani pemeriksaan autopsi. Proses forensik tersebut dilakukan guna memastikan penyebab kematian masing-masing korban.
Berdasarkan pantauan detikBali di lokasi kejadian pada Senin siang, bungalow tersebut masih beroperasi dan dihuni oleh penghuni lainnya. Namun, area bungalow tempat ketiga jasad ditemukan telah dipasangi garis polisi.
Dari bagian depan lokasi, hanya terlihat sepasang sandal dan sejumlah peralatan kebersihan yang berada di bungalow tersebut. Hingga siang hari, tidak tampak aktivitas petugas kepolisian di sekitar lokasi kejadian.
Penghuni bungalow lainnya memilih tidak memberikan keterangan kepada media terkait peristiwa tragis tersebut.
Ariasandy menegaskan proses autopsi terhadap ketiga jasad masih akan dilakukan untuk mengungkap penyebab kematian secara pasti. Hasil pemeriksaan forensik nantinya akan menjadi bagian penting dalam penyelidikan kasus ini.
"Pemeriksaan lebih lanjut, termasuk pemeriksaan forensik atau otopsi diperlukan untuk memastikan penyebab kematian," pungkasnya.
