Sebanyak 44 orang terluka dalam peristiwa anjloknya kereta di wilayah barat laut Prancis. Jaksa penuntut menyebut bahwa para penyelidik menduga adanya sabotase di balik insiden tersebut.
Dilansir detikNews dari AFP, Minggu (13/9/2026), kereta yang mengangkut 186 penumpang itu keluar dari rel sekira pukul 19.45 waktu setempat (17.45 GMT) pada Jumat lalu, tak jauh dari pabrik Renault di kota Cleon. Kereta tersebut sedang melaju di antara kota Rouen dan Caen di wilayah Normandia.
Ketika kereta anjlok, satu gerbong terguling ke samping sementara empat gerbong lainnya keluar dari jalur rel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebuah potongan rel ditemukan di atas jalur tersebut. Sehingga kemungkinan adanya tindakan yang disengaja kini menjadi fokus utama penyelidikan.
"Penyebab keberadaan benda itu tidak diketahui dan harus dipastikan melalui penyelidikan," kata jaksa penuntut Rouen, Sebastien Gallois.
Tes narkoba dan alkohol terhadap masinis kereta menunjukkan hasil negatif.
Pihak berwenang mengaktifkan rencana penanganan korban massal. Sebanyak 130 petugas pemadam kebakaran, lima tim medis, dan 80 kendaraan dikerahkan.
Gallois menyebutkan bahwa 44 orang terluka dalam insiden itu, termasuk seorang perempuan berusia 18 tahun yang dievakuasi dalam "kondisi kritis".
Pada Sabtu kemarin, kondisinya tidak lagi mengancam jiwa, namun korban tersebut masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Baca selengkapnya di sini
