Makanan-Minuman yang Bisa Tingkatkan Risiko Kematian Dini Menurut Studi

Makanan-Minuman yang Bisa Tingkatkan Risiko Kematian Dini Menurut Studi

Elmy Tasya Khairally - detikSumut
Sabtu, 12 Sep 2026 06:30 WIB
Woman hand giving glass ,Soft drinks with ice, sweethart or buddy
Foto: Ilustrasi minuman soda. (Getty Images/iStockphoto/tongpatong)
Jakarta -

Makanan yang kita konsumsi dinilai turut memengaruhi kesehatan. Namun, berdasarkan penelitian terbaru bahwa sekadar memiliki preferensi terhadap makanan tertentu juga mungkin berkaitan dengan usia harapan hidup.

Dikutip detikHealth dari laman NYPost, para peneliti mengidentifikasi ada enam jenis makanan dan bahan pangan yang dikaitkan dengan umur lebih panjang, sementara terhadap lima lainnya ditemukan hubungan dengan umur yang lebih pendek. Adapun penelitian tersebut melibatkan lebih dari 177.000 orang dari seluruh Inggris.

Dalam penelitian tersebut, peneliti hanya menanyakan soal makanan yang para peserta sukai, tanpa menggunakan metode umum untuk menilai pola makan dengan meminta mereka untuk mengingat kembali makanan yang dikonsumsi dalam beberapa hari atau minggu terakhir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut para peneliti, preferensi makanan menjadi cara yang lebih andal untuk mengetahui pola makan seseorang dalam jangka panjang. Alasannya, preferensi terhadap makanan cenderung tetap, sementara makanan yang dikonsumsi seseorang dapat berubah dari waktu ke waktu.

Peneliti setelah memberikan pertanyaan kepada peserta, selanjutnya akan memeriksa siapa saja yang masih hidup lebih dari tiga tahun kemudian.

ADVERTISEMENT

Makanan-Minuman yang Dikaitkan dengan Risiko Kematian Lebih Tinggi

Dari hasil penelitian ada beberapa makanan dan minuman yang dikaitkan dengan risiko kematian yang lebih tinggi. Soda memiliki hubungan terkuat, dengan risiko kematian 38 persen lebih tinggi. Kemudian, di urutan berikutnya adalah soda diet dengan risiko 23 persen lebih tinggi.

Soda diketahui merupakan minuman yang memiliki masalah kesehatan dan telah dikaitkan dengan obesitas serta masalah pengaturan gula darah. Minuman ini juga bisa memengaruhi bagaimana tubuh menyerap nutrisi lainnya.

Setelah soda, ada teh dengan gula. Minuman ini dikaitkan dengan risiko kematian 22 persen lebih tinggi. Lalu, ada susu murni yang dikaitkan dengan risiko 18 persen lebih tinggi.

Kedua minuman itu bisa memberikan lebih banyak kalori daripada teh tanpa pemanis atau susu skim, tergantung pada jumlah yang dikonsumsi.

Terakhir, ada cereal jagung dengan risiko kematian sebesar 20 persen. Temuan ini menggarisbawahi bahwa UPF (ultraprocessed food) tak hanya meningkatkan jumlah kalori, tetapi juga menambah zat aditif atau bahan lain yang tidak bermanfaat bagi kesehatan.

Perlu diketahui bahwa selama penelitian berlangsung ada sekitar 3.300 orang peserta meninggal dunia. Kondisi itu akan memberikan informasi yang kurang representatif tentang makanan yang terkait dengan angka kematian yang lebih tinggi.

Penting juga untuk dicatat bahwa para peserta tersebut meninggal karena berbagai penyebab, sehingga kematian mereka tidak selalu berkaitan dengan pola makan atau penyakit metabolik.

Artikel ini telah tayang di detikHealth, baca selengkapnya di sini



(mjy/mjy)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads