Ratusan murid di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut), mengalami keracunan setelah mengkonsumsi makanan bergizi gratis (MBG). Ternyata masih ada 15 orang yang dirawat di rumah sakit meskipun sempat pulang sebelumnya.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Sumut M Faisal Hasrimy. Faisal mengatakan jika mayoritas para murid mengeluhkan nyeri di perut.
"Informasi yang kami dapatkan hari ini ada 15, (mayoritas) keluhan di perut, nyeri perut, kolik," kata M Faisal Hasrimy, Kamis (10/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Faisal menjelaskan jika 15 murid itu sudah sempat pulang dan kembali bersekolah pascakejadian pada Kamis (13/8). Namun mereka mengeluhkan sakit di perut sehingga dibawa kembali ke rumah sakit di Kabupaten Karo.
"Kami mendapatkan informasi sudah selesai dari sekolah tiba-tiba ada perasaan nggak nyaman gitu, perutnya," jelasnya.
Pemprov Sumut bersama Pemkab Karo dan pihak BGN disebut terus memonitor perkembangan korban di Karo. Pihaknya juga sudah menyediakan layanan call center untuk para korban yang masih mengeluh sakit.
"Kita hari kan sudah membuka pelayanan, kita ada call center kita, setiap ada keluhan, kalau ada perasaan tidak nyaman, kita tetap memberikan pelayaan kepada anak kita tersebut," tuturnya.
Untuk diketahui, Bobby Nasution mengungkap jika data hari ini terdapat 353 murid yang keracunan setelah mengkonsumsi makanan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Karo. Bobby menilai jika keracunan kali ini kejadian fatal.
"Ya, ini kejadian fatal, ya, kejadian fatal yang berdampak kepada anak-anak kita," kata Bobby Nasution, Jumat (14/8/2026).
Data terbaru, terdapat 353 murid yang mengalami keracunan. Bobby mengungkap jika data terus bertambah hingga tadi malam.
"Total sekarang ada 353, karena mungkin reaksinya kan ada yang kemarin langsung di pada saat jam belajar, ada yang sampai tadi malam ada yang bertambah," ujarnya.
"Namun yang fatal sampai harus dirujuk ke Kota Medan ada satu orang dan kemarin ada yang sempat masuk ICU, namun hari ini sudah mulai membaik," ungkapnya.
Terkait dengan penyebab keracunan, Bobby tidak mau berspekulasi. Ia menyebutkan jika sampel makanan sudah dibawa ke Labkes Sumut.
"Sementara dari makanan yang kemarin dikonsumsi sudah dibawa ke lab provinsi, ya. Labkes provinsi, nanti dilihat nanti dari situ baru hasil, baru bisa dipastikan dari sumbernya dari mana," sebutnya.
Dapur yang menyiapkan MBG merupakan SPPG yang besar. Terdapat 2.900 lebih penerima manfaat.
Simak Video "Video: Soal Keracunan Di SMAN 1 Lasem, DPRD Rembang : Belum Tentu Karena MBG"
[Gambas:Video 20detik] (niz/mjy)
