Zhang Bikin Usaha Garuk Punggung, Cuan Rp 220 Juta Setiap Bulan

Zhang Bikin Usaha Garuk Punggung, Cuan Rp 220 Juta Setiap Bulan

Ignacio Geordi Oswaldo - detikSumut
Rabu, 09 Sep 2026 21:41 WIB
Happy young asian woman holding dollar money and throw in the air celebrate happiness dance wealth lottery money rain drop. Winner Success business woman throw cash flow Happy money smiling face
Foto: Getty Images/iStockphoto/howtogoto
Jakarta -

Seorang pria bernama Zhang Xiaoqiao (32 tahun) di Distrik Baoan, Shenzhen, China. membuka usaha garuk punggung. Tak disangka-sangka, usaha tersebut membuat Zhang cuan hingga 100.000 yuan atau sekitar Rp 220 juta (kurs Rp 2.200 per Yuan China) setiap bulan.

Usaha unik ini pertama kali dibuat Zhang pertama kali pada Mei 2026 lalu. Karena banyak peminatnya, dia memutuskan gerai cabang di Distrik Futian.

Awalnya setelah lulus kuliah dari universitas yang kurang dikenal, Zhang sempat mencoba tujuh pekerjaan berbeda dalam satu tahun. Sebelum menginjak usia 30 tahun, ia telah mendirikan dua perusahaan di sektor e-commerce lintas batas, meskipun keduanya kesulitan untuk meraih kesuksesan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak berhenti di situ, ia mencoba peruntungan menjadi konten kreator. Karena tidak menghasilkan, ia memutuskan untuk mengakhiri peruntungan menjadi konten kreator.

Sampai tahun lalu ia secara tidak sengaja menemukan sebuah klip yang menampilkan seorang wanita sedang menggaruk punggung suaminya yang gatal saat sedang melihat-lihat video pendek di media sosial. Ia melihat banyak penonton berkomentar bahwa mereka bersedia membayar seseorang untuk melakukan hal yang sama untuk mereka.

ADVERTISEMENT

Zhang teringat kenangan masa kecil saat ayahnya sering menggaruk punggungnya, sesuatu yang membantunya tidur nyenyak, dan hal itulah yang kemudian menginspirasinya untuk membuka jasa layanan garuk punggung ini.

Cuan Besar dari Jasa Garuk Punggung

Dengan mengusung merek Suma, staf yang dipekerjakan Zhang mengenakan alat bantu berbentuk kuku runcing yang dirancang untuk menggaruk tubuh pelanggan secara lembut saat mereka berbaring tengkurap, mirip dengan suasana tempat pijat.

Dengan tarif 300 yuan atau Rp 660.000 per jam, layanan ini bertujuan untuk meredakan stres dan meningkatkan kualitas tidur. Sesekali, staf akan menggaruk area tubuh tertentu yang terasa gatal untuk membantu pelanggan rileks, bahkan memancing tawa.

"Di kota-kota besar, orang-orang umumnya mengalami tingkat stres yang tinggi. Akibatnya, layanan ini sangat diminati," ungkap Zhang.

Karena belum ada jenis layanan seperti ini di China, Zhang harus melakukan riset dan mengembangkan teknik menggaruk yang efektif secara mandiri dari nol. Namun usahanya ini benar-benar memberikan buah yang manis.

Pasalnya kedua gerainya ini secara total berhasil meraup pendapatan kotor sebesar 100.000 yuan atau Rp 220 juta setiap bulan. Berkat itu, dirinya bisa mencapai titik break-even point alias balik modal dalam waktu singkat dan mulai mencetak keuntungan.

"Kami melayani pelanggan pria maupun wanita, dengan pelanggan pria mencakup sekitar 70%," ujar Zhang.

"Beberapa pelanggan mengatakan layanan kami lebih menenangkan dibandingkan pijat pada umumnya, sehingga kami memiliki basis pelanggan setia yang kembali menggunakan jasa kami," sambungnya.

Kini Zhang berencana membuka 100 gerai di seluruh negeri. Di luar itu ia berharap agar jasa garuk punggung ini dapat diakui sebagai profesi secara luas.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Tidur Lebih Berkualitas, Hidup Lebih Produktif: Solusi Ilmiah untuk Generasi Sibuk"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads