Menjaga agar berat badan tetap stabil usai menurunkannya akan menjadi tantangan tersendiri. Godaan makanan dan mekanisme alami tubuh, membuat banyak orang terjebak dalam siklus 'yoyo diet'.
Dilansir detikHealth, spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menjelaskan biasanya fenomena ini dipengaruhi oleh adanya fat cell memory atau memori sel lemak di dalam tubuh.
"Memang paling susah itu ketika berat badan sudah turun dan bikin dia tetap stabil. Ditambah ada memori sel lemak (fat cell memory) yang membuat kita terus-terusan pengen makan lebih banyak dari sebelumnya," kata dr Yaze dalam live TikTok detikHealth, Kamis (20/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal tersebut membuat tubuh cenderung ingin kembali ke berat badan semula. dr Yaze membagikan beberapa pilar utama yang wajib dijaga agar angka timbangan tidak gampang naik lagi, yakni:
Jangan kembali ke pola makan lama setelah diet berhasil. Tetap jaga porsi makan harian dan dampingi dengan aktivitas fisik atau olahraga secara rutin.
Jaga Pola Tidur Berkualitas
Tidur malam yang cukup minimal 6 hingga 8 jam per hari secara konsisten. dr Yaze menegaskan bahwa akumulasi jam tidur yang terputus-putus, misalnya 4 jam siang dan 4 jam malam, tidak akan maksimal mengembalikan kesegaran tubuh.
Tingkatkan Asupan Protein dan Serat
Perbanyak porsi protein dan serat saat makan. Kombinasi ini efektif memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga menekan dorongan craving atau keinginan mengudap.
Manajemen Stres
Stres yang tidak terkelola dengan baik memicu hormon emosi dan nafsu makan, yang pada akhirnya merusak kestabilan berat badan.
"Selain aktivitas fisik dan menjaga porsi makan, manajemen stres dan jam tidur itu penting banget. Tidurnya minimal 6 sampai 8 jam sehari dan bukan yang putus-putus, supaya metabolisme tetap optimal dan berat badan bisa stabil," tutup dr Yaze.
Artikel ini telah tayang di detikHealth, baca selengkapnya di sini
(mjy/mjy)
