Sudah 13 Jam, Kebakaran Pabrik Sabun di KEK Sei Mangkei Simalungun Belum Padam

Sudah 13 Jam, Kebakaran Pabrik Sabun di KEK Sei Mangkei Simalungun Belum Padam

Nizar Aldi - detikSumut
Kamis, 03 Sep 2026 22:15 WIB
Pabrik PT Evyap di Simalungum yang terbakar. (Foto: media sosial)
Foto: Pabrik PT Evyap di Simalungun yang terbakar. (Foto: media sosial)
Simalungun -

Pabrik sabun milik PT Evyap yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut) mengalami kebakaran. Hingga saat ini api belum berhasil dipadamkan.


"Api belum padam hingga saat ini, kebakaran sekitar pukul sembilan pagi," kata Kepala Bidang Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Simalungun, Jhon Vhento Purba, saat dihubungi, Kamis (3/9/2026).

Jhon mengungkapkan api sulit dipadamkan karena bahan baku pabrik tersebut. Upaya pemadaman masih terus dilakukan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bahan baku mereka katanya kek minyak gitu, jadi api sulit dipadamkan. Kita masih terus berupaya," ucapnya.

ADVERTISEMENT

Pihaknya belum mendapat informasi soal apakah jumlah korban bertambah. Pihak Inafis dari kepolisian disebut sudah berada di lokasi.

"Korban jiwa masih yang tadi informasinya, kalau korban luka maupun yang lain belum kita dapat, tim Inafis juga sudah masuk, kita tunggu aja," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Pabrik sabun milik PT Evyap yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut) mengalami kebakaran. Tiga orang tercatat tewas sejauh ini.

"Iya ditemukan sejauh ini 3 orang meninggal dunia," kata Kepala Bidang Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simalungun, Jhon Vhento Purba, saat dihubungi, Kamis (3/9).

Informasi yang mereka terima, ketiganya merupakan korban yang diduga melompat dari bangunan. Ketiganya disebut pekerja dari pabrik tersebut.

"Iya pekerja, lompat dari gedung katanya," ucapnya.

Jhon menuturkan jika mereka belum mendata korban luka maupun apakah ada korban meninggal lainnya. Saat ini, proses pemadaman masih berlangsung.

"Belum tahu (soal korban luka-luka), ini masih fokus pemadaman," tuturnya.



(niz/dhm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads