Otoritas Malaysia melontarkan kecaman keras terhadap salah seorang warganya yang mengikuti ajang kontes kecantikan transgender internasional di Bangkok, Thailand.
Kementerian Urusan Agama Malaysia, sebagaimana dilansir detikNews dari Bernama dan Malay Mail pada Rabu (2/9/2026), menilai keikutsertaan dalam ajang tersebut bukan hanya dapat merusak citra Malaysia di mata dunia, tetapi juga dinilai bertentangan dengan nilai moral yang dijunjung masyarakat negara tersebut.
Kontroversi mencuat setelah sebuah video yang memperlihatkan seorang individu mengatasnamakan Malaysia dalam kontes kecantikan transgender internasional Miss Equality World viral di media sosial. Video tersebut kemudian memicu beragam reaksi dari warganet.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengacu pada situs resmi Miss Equality World 2026, peserta asal Malaysia tersebut diketahui bernama Chinta Ardieyana.
Menteri Departemen Perdana Menteri Malaysia untuk Urusan Agama, Senator Datuk Dr Zulkifli Hasan, turut mengecam keikutsertaan warga Malaysia dalam kompetisi tersebut.
Menurut Menteri Agama Malaysia itu, partisipasi dalam ajang tersebut dinilai telah mencoreng nama negara di tingkat internasional. Ia juga menyebut kegiatan tersebut bertentangan dengan ajaran Islam, norma budaya setempat, serta nilai kesopanan dan moral yang selama ini dijunjung masyarakat Malaysia.
"Meniru lawan jenis, atau tasyabbuh, dan mempromosikan gaya hidup transgender adalah haram menurut hukum Islam an dilarang berdasarkan hukum Syariat yang berlaku di negara-negara bagian," tegas Dr Zulkifli dalam pernyataannya via Facebook.
"Baik otoritas keagamaan maupun pemerintah Malaysia tidak pernah mendukung, menyetujui, atau mengakui penyelenggaraan atau partisipasi dalam acara-acara semacam itu," tegasnya.
Dr Zulkifli selanjutnya mengajak masyarakat agar tidak memberikan perhatian berlebihan maupun mengagung-agungkan kegiatan yang dianggap bertentangan dengan ajaran Islam. Sebaliknya, masyarakat diminta untuk terus menjunjung nilai moral dan keimanan umat Muslim.
"Otoritas keagamaan akan bekerja sama dengan instansi terkait untuk meninjau kemungkinan tindakan hukum berdasarkan peraturan yang berlaku," ujarnya.
Ajang kecantikan transgender Miss Equality World 2026 sebelumnya menjadi sorotan luas setelah kemunculan peserta yang mewakili Malaysia ramai dibicarakan di media sosial. Kontes tersebut digelar di Bangkok pada 22-30 Agustus lalu.
Bernama melaporkan bahwa peserta yang tampil dalam kompetisi tersebut bukan merupakan perwakilan resmi pemerintah Malaysia.
Berdasarkan informasi di situs resminya, Miss Equality World 2026 diikuti peserta dari 15 negara. Indonesia juga turut ambil bagian dalam ajang tersebut dengan Millen Cyrus sebagai perwakilannya. Sementara itu, gelar pemenang tahun ini diraih Jamie Castino asal Filipina.
