Presiden Prabowo Subianto mengatakan pihaknya menolak tawaran utang Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF). Di sisi lain, ia tidak menutup peluang jika IMF ingin berinvestasi di Indonesia.
Menurut Prabowo tawaran utang itu diterima oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat melakukan kunjungan ke Amerika Serikat beberapa waktu lalu. Pemerintah sendiri saat ini sedang berusaha untuk mengurangi jumlah utang sehingga tidak bergantung pada orang lain.
"Saya kira kemarin, berapa bulan yang lalu, kaget Menteri Keuangan kita di Washington DC ditawarin pinjaman dari IMF. Kita tolak, terima kasih! Indonesia masih bisa tanpa pinjaman dari IMF," ujar Prabowo dikutip detikFinance, Selasa (1/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Prabowo Resmi Jadi Anggota NU |
Prabowo menegaskan pemerintah berkomitmen mengurangi ketergantungan terhadap pinjaman luar negeri. Namun, pemerintah memilih mendorong investasi masuk ke dalam negeri ketimbang mengandalkan utang luar negeri.
Jika pinjaman memang diperlukan, ia menekankan pembiayaannya harus dipilih secara selektif, terutama dengan mempertimbangkan tingkat bunganya.
"Kita sekarang berusaha tidak mau terlalu banyak pinjam-pinjam uang dari mana-mana, kalau ajak investasi boleh," jelas Prabowo.
Prabowo mengatakan, pemerintah sendiri telah melakukan berbagai penghematan. Penghematan yang dilakukan juga mendekati Rp 300 triliun per tahun dan akan langsung digelontorkan untuk berbagai program yang menyentuh masyarakat.
"Penghematan kita di berbagai bidang sudah mendekati, tiap tahun lebih dari Rp 200 triliun, mendekati Rp 300 triliun tiap tahun. Uang ini lah yang kita alihkan, yang kita gelontorkan sebesar-besarnya langsung ke rakyat," pungkas Prabowo.
Baca juga: Alasan Prabowo Tolak Utang IMF |
