Kabiro PBJ Diperiksa Minggu Ini Terkait Aksi Mesum di Ruang Kerja

Sumatera Barat

Kabiro PBJ Diperiksa Minggu Ini Terkait Aksi Mesum di Ruang Kerja

Jeka Kampai - detikSumut
Senin, 31 Agu 2026 20:21 WIB
Foto : Aksi massa menuntut penanganan kasus mesum pejabat dan bawahan di Pemprov Sumbar (Jeka Kampai/detikSumut)
Aksi massa menuntut penanganan kasus mesum pejabat dan bawahan di Pemprov Sumbar (Jeka Kampai/detikSumut)
Padang -

Eks Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Pemprov Sumbar, Cerry yang diduga terlibat mesum di ruang kerjanya bersama bawahan. Keduanya akan diperiksa 4 September mendatang. Pemeriksaan dilakukan untuk menggali informasi sekaligus meminta klarifikasi dari kedua pihak terkait berbagai informasi yang beredar.

"Kalau terjadi pada dua orang tentu dua-duanya kita panggil untuk diperiksa. Untuk mendapatkan informasi dan klarifikasi terhadap semua informasi yang beredar tersebut," kata Sekdaprov Sumbar, Arry Yuswandi kepada wartawan usai menerima massa aksi di depan kantor gubernur, Senin (31/8/2026).

Belasan orang dari Federasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan Sumatera Barat bersama Garda Pengawal Norma Sumatera Barat menggelar aksi menuntut penanganan kasus yang viral tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Arry mengatakan, Pemprov Sumbar masih mengumpulkan data sebelum pemeriksaan dilakukan. Proses tersebut dilakukan selama sekitar satu pekan.

"Ya kan tadi kan waktunya seminggu, kita mengumpulkan data dulu, nanti pemanggilan itu dilakukan tanggal 4 September 2026," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Sambil menunggu pemeriksaan, Pemprov Sumbar telah mengambil langkah tegas terhadap kedua ASN tersebut. Keduanya disebut telah diberhentikan sementara dari jabatan masing-masing.

"Keduanya sudah kita berhentikan sementara dari jabatannya masing-masing," tegas Arry.

Arry mengatakan langkah yang dilakukan Pemprov Sumbar merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menindaklanjuti persoalan tersebut sesuai aturan.

"Komitmennya sudah jelas bahwa langsung kita panggil yang bersangkutan di hari H itu untuk mengklarifikasi dan yang bersangkutan menyatakan itu benar. Dan lalu mengundurkan diri dan kita sikapkan dengan memberhentikan sementara, kita bentuk Tim Ad Hoc. Ini bentuk komitmen kita," jelasnya.

Menurutnya, proses pemeriksaan tetap diperlukan agar seluruh informasi mengenai persoalan tersebut dapat diperjelas.

"Artinya kita ingin semuanya jelas dan ditindak lagi sesuai ketentuan yang berlaku," katanya.

Video Cerry sendiri beredar luas di media sosial dan membuat heboh publik Sumatera Barat.

Dilihat detikSumut, video tersebut berisi gabungan dua potongan video yang diduga berasal dari kamera pengawas CCTV. Pada video pertama, keduanya mengenakan pakaian seragam berwarna coklat, sementara pada video berikutnya berpakaian batik.

"Dunia publik Sumbar mendadak digegerkan oleh beredarnya rekaman video bermuatan asusila yang diduga kuat melibatkan dua oknum ASN di lingkungan kantor Sumbar," demikian narasi yang menyertai video tersebut.

Dalam video terlihat dua ASN di Kantor Gubernur Sumatera Barat sedang melakukan perilaku amoral. Adegan mesum dalam video sekitar dua menit itu dilakukan di dalam ruangan kerja kantor.



(nkm/nkm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads