Respons Presiden Iran Masoud Setelah AS Serang Pulau Larak

Internasional

Respons Presiden Iran Masoud Setelah AS Serang Pulau Larak

Novi Christiastuti - detikSumut
Senin, 31 Agu 2026 18:30 WIB
Iranian President Masoud Pezeshkian makes a statement during a meeting with the media following talks with Armenian Prime Minister Nikol Pashinyan in Yerevan, Armenia, August 19, 2025. Hayk Baghdasaryan/Photolure via REUTERS/ File Photo Purchase Licensing Rights
Foto: Hayk Baghdasaryan/Photolure via REUTERS/ File Photo Purchase Licensing Rights
Jakarta -

Presiden Iran Masoud Pazeshkian buka suara setelah Amerika Serikat (AS) menyerang Pulau Larak, yang ada di bagian selatan negara tersebut. Masoud mengatakan Iran tidak mau berperang dengan siapapun.

Menurut Masoud ketidakstabilan kawasan Timur Tengah akan menjadi tantangan bagi semua negara. Dia bilang Iran tidak mencari perang, tapi juga tidak akan tinggal diam menghadapi agresi apapun.

Ini menjadi komentar pertama Pezeshkian setelah AS kembali menyerang Iran pada Minggu (30/8) waktu setempat. Serangan itu merupakan yang pertama dilancarkan Washington terhadap wilayah Teheran sejak akhir Juli lalu, ketika pertempuran terhenti.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iran akan memberikan respons tegas terhadap agresor (jika diserang)," ujarnya seperti dilansir detikNews dari Anadolu Agency, Senin (31/8/2026).

ADVERTISEMENT

Dia bilang Teheran akan memberikan respons tegas terhadap serangan lanjutan apa pun. "Ketidakstabilan dan pergolakan di kawasan ini tidak menguntungkan negara mana pun dan akan menjadi tantangan bagi semua pihak," cetusnya.

Pezeshkian bertolak ke Kyrgyzstan untuk menghadiri pertemuan puncak para kepala negara anggota-anggota Organisasi Kerja Sama Shanghau (SCO). Acara tersebut digelar bersamaan dengan kembali berkobarnya pertempuran antara Iran dan AS.

Pada Minggu (30/8) waktu setempat, pasukan AS membombardir dua peluncur roket milik Iran yang ada di Pulau Larak. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan bahwa serangan dilancarkan setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) terdeteksi sedang mempersiapkan roket-roket bermuatan ranjau laut untuk diluncurkan ke Selat Hormuz.

Pulau Larak merupakan sebuah pulau kecil milik Iran di perairan Selat Hormuz, yang baru-baru ini menjadi titik penting bagi Teheran dalam sektor militer dan pengendalian pelayaran. Pulau itu juga digunakan oleh IRGC untuk memantau lalu lintas kapal yang melintasi salah satu jalur maritim terpenting di dunia.

Menanggapi serangan terbaru AS, IRGC telah menyerang dua pangkalan udara AS di Yordania, yakni pangkalan udara King Hussein dan Azrag, dengan rudal balistik dan drone pada Senin (31/8) dini hari. Serangan itu dimaksudkan untuk membalas gempuran terbaru AS terhadap Pulau Larak.

Menurut IRGC, serangannya menghantam infrastruktur teknis dan pemeliharaan, dan mengenai area tempat jet-jet tempur ditempatkan. IRGC mengklaim bahwa serangannya telah menyebabkan "kerusakan parah".

Selain menyerang pangkalan AS di Yordania, menurut media pemerintah Press TV, Iran juga meluncurkan rudal terhadap kapal-kapal AS di Selat Hormuz. Namun tidak disebutkan lebih lanjut apakah serangan rudal itu mengenai targetnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Iran Umumkan Kemenangan Perang, Klaim Paksa AS Terima Rencana 10 Poin"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads