Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan persebaran dokter gigi di Indonesia hingga kini masih belum merata. Kondisi tersebut membuat sekitar 4.000 puskesmas di berbagai daerah belum memiliki tenaga dokter gigi.
Hal itu disampaikan Budi dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Menurut Budi, salah satu penyebab masih banyaknya puskesmas yang kekurangan dokter gigi adalah minimnya minat tenaga kesehatan tersebut untuk bertugas di sejumlah daerah, khususnya wilayah di luar kota-kota besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi itu sebabnya kenapa kita kekurangan dokter gigi, karena dokter giginya tidak mau praktik di Subang, tidak mau praktik di Nias, gitu kan? Jadi kita sekarang sedang gimana memberikan insentif," ujarnya dilansir detikHealth, Jumat (28/8/2026).
Selain persoalan distribusi, Budi menyebut sebagian dokter gigi yang ada juga tidak bekerja sesuai profesinya atau memilih tidak membuka praktik. Kondisi itu turut memperbesar kesenjangan ketersediaan dokter gigi di sejumlah wilayah.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Kementerian Kesehatan disebut telah memfinalisasi skema tunjangan khusus bagi dokter dan dokter gigi. Skema insentif itu akan mengadopsi model tunjangan bagi dokter spesialis yang bertugas di daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan (DTPK).
Namun, pemberian insentif nantinya tidak hanya difokuskan pada wilayah 3T atau DTPK. Pemerintah juga akan menyasar puskesmas di daerah lain yang sudah lama tidak memiliki dokter maupun dokter gigi.
"Ekspansinya tidaknya di DPTK atau 3T, tapi juga di puskesmas-puskesmas yang selama ini kosong. Misalnya Jawa Barat, Kuningan bukan daerah 3T, tapi ternyata sudah 5 tahun tidak ada dokter giginya," kata Budi.
Budi mengatakan pemerintah tengah menghitung kebutuhan anggaran dan skema pemberian insentif tersebut. Ia berharap kebijakan itu dapat segera diterapkan untuk menarik dokter gigi agar bersedia bertugas di puskesmas yang selama ini kekurangan tenaga kesehatan.
"Karena tidak yang mau jadi dokter gigi di puskesmas Kuningan, nah itu akan kami berikan (insentif) dan ini sedang kami hitung, mudah-mudahan itu akan bisa segera berjalan," sambungnya.
