Harga Bahan Pokok Naik, Pemkot Medan Akan Temui Pemasok dan Gelar Pasar Murah

Harga Bahan Pokok Naik, Pemkot Medan Akan Temui Pemasok dan Gelar Pasar Murah

Rechtin Hani Ritonga - detikSumut
Jumat, 28 Agu 2026 09:31 WIB
Pemkot Medan melakukan sidak pasar.
Foto: Pemkot Medan melakukan sidak pasar. (dok. Diskominfo Medan)
Medan -

Pemerintah Kota (Pemkot) Medan menyikapi keluhan warga terkait kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok. Upaya yang dilakukan dengan menemui para pemasok dan akan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) maupun pasar murah.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Kota Medan, Citra Effendi Capah mengatakan Pemkot Medan mengambil sejumlah langkah untuk menjaga kestabilan harga dan memastikan pasokan kebutuhan pokok tetap tersedia di pasar. Salah satunya akan menemui para pemasok untuk mengetahui secara langsung kondisi dan penyebab berkurangnya sejumlah komoditas.

"Langkah-langkahnya akan kami jumpai pemasoknya," ujar Citra melalui keterangan tertulis, Jumat (28/8/2026).

Citra mengatakan, dari hasil pengecekan langsung di lapangan, pihaknya menemui kenaikan di sejumlah bahan pokok. Di antaranya daging ayam, cabai dan bawang.

"Untuk komoditas ayam, Pemkot Medan akan melakukan koordinasi dengan Rumah Potong Hewan (RPH) guna memastikan ketersediaan pasokan dan mencari solusi atas kenaikan harga yang terjadi di pasar," ungkapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, Citra menyebut, pihaknya juga akan melakukan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Pasar Murah. Program ini bertujuan membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

"Kami akan menggelar GPM dan Pasar Murah. Kita pastikan barang komoditas tersebut ada di pasar," katanya.

Sebelumnya, kata Citra, dari hasil pengecekan harga di Pasar Petisah dan Sei Sikambing, kenaikan harga ayam disebabkan berkurangnya pasokan ke pasar. Saat ini, harga ayam dipatok Rp 50 ribu per kilogram.

Sementara untuk harga cabai rawit berada di kisaran Rp 65 ribu per kilogram, sementara di kawasan Petisah sekitar Rp 60 ribu. Cabai merah berada di kisaran Rp 45 ribu per kilogram.

ADVERTISEMENT


Sementara itu, harga bawang putih sekitar Rp34 ribu per kilogram, tomat Rp18 ribu, dan bawang merah sekitar Rp36 ribu per kilogram.

"Kenaikan harga ini menjadi perhatian Pemkot Medan karena berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat. Terlebih, kebutuhan pangan merupakan komoditas yang dibeli masyarakat setiap hari," tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Medan mengaku banyak warga yang mengadu terkait kenaikan harga bahan-bahan pokok di pasar.

"Kami mendapat aduan dari masyarakat terkait naiknya bahan-bahan kebutuhan pokok," ujar Ketua Fraksi Zulham Efendi dalam pandangan umum fraksi dilihat detikSumut, Kamis (27/8/2026).

Untuk itu, Zulham mengatakan, Fraksi PKS meminta agar Pemerintah Kota (Pemkot) Medan dapat melakukan intervensi pasar untuk menstabilkan harga.

"Fraksi PKS meminta kepada Pemerintah Kota Medan untuk dapat menstabilkan harga bahan-bahan kebutuhan pokok yang ada di pasaran. Kami meminta kepada Pemerintah Kota Medan melalui OPD terkait, agar melakukan langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga dan ketersedian bahan pokok," katanya.

Zulham berharap, Pemkot Medan dapat memperhatikan permasalahan ini dengan serius. Menurutnya, kenaikan harga bahan pokok berimbas kepada kondisi sosial-ekonomi masyarakat.

"Kami berharap permasalahan tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Medan, karena menjaga keterjangkauan kebutuhan bahan pokok merupakan bagian penting dalam melindungi kesejahteraan masyarakat Kota Medan," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, kenaikan harga kebutuhan pokok di Sumatera Utara (Sumut) membuat konsumsi warga melambat. Selain itu masyarakat juga mulai menggunakan tabungan imbas kenaikan harga bahan pokok.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumut Ameriza M Moesa menyebut berdasarkan hasil survei yang dilakukan BI, sebagian masyarakat bahkan mulai menggunakan tabungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tekanan ekonomi diakuinya membuat konsumsi masyarakat melemah.

"Ada beberapa yang agak melambat yang pertama mungkin konsumsi ya dengan kenaikan harga banyak masyarakat yang menunda konsumsinya. Bahkan sebagian masyarakat berdasarkan survei sudah mulai menggunakan tabungan jadi di sini memang ada sedikit perlambatan," katanya di Medan, Kamis (25/6/2026).

Namun begitu, BI menilai perlambatan konsumsi tersebut masih dapat ditopang oleh kinerja sejumlah sektor unggulan Sumatera Utara. Kenaikan harga komoditas global dinilai memberikan keuntungan bagi daerah yang ekonominya masih ditopang sektor berbasis sumber daya alam.

Menurutnya, ekspor komoditas dari Sumatera Utara diperkirakan mengalami peningkatan sehingga mampu mengimbangi perlambatan konsumsi rumah tangga.

Selain itu, sektor pertambangan, khususnya minyak dan gas, diprediksi menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi daerah tahun ini.

"Kami lihat bahwa di tengah situasi global yang mengakibatkan harga komunitas ini meningkat kita di Sumatera ini masih resource based ekonomi, jadi ekspor kita juga harganya meningkat. Kami lihat sektor pertambangan dari minyak dan gas ini bisa menjadi motor pertumbuhan ekonomi di tahun ini," ujarnya.

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Video Tarif Baru Parkir di Medan: Motor Rp 2 Ribu, Mobil 4 Ribu"
[Gambas:Video 20detik] (mjy/mjy)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads