Warga Bener Meriah Kecam Kegiatan Rendahkan Lambang Negara

Aceh

Warga Bener Meriah Kecam Kegiatan Rendahkan Lambang Negara

Agus Setyadi - detikSumut
Senin, 24 Agu 2026 22:53 WIB
Deklarasi damai warga Bener Meriah
Deklarasi damai warga Bener Meriah (Foto: Dok. Korem Lilawangsa)
Bener Meriah -

Warga di Bener Meriah, Aceh mengikuti apel kebangsaan Indonesia Damai yang digelar pemerintah kabupaten setempat. Dalam kegiatan itu, mereka mendeklarasikan mengecam kegiatan yang merendahkan simbol dan lambang negara.

Apel kebangsaan yang diikuti berbagai kalangan berlangsung di Gedung Olahraga dan Seni (GORS) Desa Blang Sentang, Kecamatan Bukit, Provinsi Aceh, pada Senin (24/8/2026). Kegiatan yang dihadiri Forkopimda dan Danrem 011/Lilawangsa Brigjen TNI Ali Imran itu mengusung tema 'Bersatu dalam Kebhinekaan, Menjaga Persatuan Bangsa'.

Kegiatan berlangsung meriah dengan penampilan Tari Munalu yang dibawakan Sanggar Budaya Bener Meriah, serta drama kolosal bertajuk "Bersatulah Indonesiaku' oleh siswa-siswi MAN 3 Timang Gajah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bupati Bener Meriah Tagore Abu Bakar, mengatakan, keberagaman suku, bahasa, adat, dan agama adalah kenyataan yang menjadi kekuatan bangsa Indonesia di bawah naungan Merah Putih.

"Mempertahankan kemerdekaan di Bener Meriah bukan lagi dengan mengangkat senjata, tetapi dengan menjaga persatuan, kerukunan, keamanan, dan gotong royong," kata Tagore.

ADVERTISEMENT

Tagore mengimbau masyarakat untuk terus mengamalkan Pancasila dan menjaga kedamaian di Tanoh Gayo demi membangun daerah yang maju, sejahtera, dan bermartabat.

"Merah Putih tidak cukup hanya kita kibarkan di tiang, tetapi harus selalu berkibar di hati dan tercermin dalam setiap pengabdian kita kepada daerah dan bangsa," jelasnya.

Danrem Lilawangsa Brigjen Ali mengajak semua generasi untuk tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang dapat memicu perpecahan bangsa. Masyarakat diajak bersyukur dan mengingat kembali pengorbanan para pahlawan.

"Sebagai penerus bangsa, seyogyanya kita harus setia dan mempertahankan Pancasila serta UUD 1945," ujar Ali.

Ali mengingatkan warga untuk mempedomani UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan guna membentengi kedaulatan NKRI dari segala bentuk ancaman.

"Mari kita berkontribusi nyata dengan mengisi kemerdekaan ini melalui kegiatan positif lewat pendidikan, integritas, dan karya di era moderen," jelas Danrindam Iskandar Muda itu.

Kegiatan itu ditutup dengan pembacaan deklarasi damai yang dipimpin Ketua Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Bener Meriah, Rio Arianda Irawan.

Berikut isi Deklarasi Damai yang dibacakan masyarakat Bener Meriah:

Deklarasi Damai

Kami seluruh elemen masyarakat dengan penuh kesadaran dan rasa tanggungjawab menyatakan:

1. Setia dan mempertahankan pancasila sebagai dasar negara dan undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.

2. Menjaga, menghormati, dan membela simbol-simbol dan lambang negara Republik Indonesia dari segala bentuk ancaman, gangguan, dan upaya melemahkan kedaulatan negara.

3. Melestarikan Bhinneka Tunggal Ika demi tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia selama-lamanya.

4. Mengutuk keras dan mengecam segala bentuk kegiatan yang merendahkan simbol-simbol dan lambang negara Republik Indonesia.

Bener Meriah, Senin 24 Agustus 2026

Atas Nama Seluruh Elemen Masyarakat.



(agse/afb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads