Kutu Kasur Betah di Seprai? Bisa Jadi karena Warna Ini

Kutu Kasur Betah di Seprai? Bisa Jadi karena Warna Ini

Danang Sugianto - detikSumut
Minggu, 23 Agu 2026 09:01 WIB
Eco cotton linen and blanket on a bed in nature loving family guesthouse for spring and summer vacation. Real photo.
Foto: Getty Images/iStockphoto/KatarzynaBialasiewicz
Medan -

Seprai bukan sekadar pelengkap tempat tidur. Warna yang dipilih ternyata dapat berkaitan dengan seberapa mudah keberadaan kutu kasur terdeteksi maupun menjadi tempat yang nyaman bagi hama kecil ini.

Keberadaan kutu kasur juga tidak selalu mudah diketahui. Sebab, serangga ini lebih aktif pada malam hari.

Jika kutu kasur mulai sering muncul atau meninggalkan bekas gigitan saat bangun tidur, coba perhatikan warna seprai yang digunakan. Ada dua warna yang disebut dalam penelitian lebih menarik bagi kutu kasur dibandingkan warna tertentu lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kutu Kasur Suka Seprai Warna Gelap

Dilansir detikProperti dari CNN, penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Medical Entomology pada 2016 menemukan bahwa kutu kasur cenderung tertarik pada warna tertentu.

ADVERTISEMENT

Dalam penelitian tersebut, kutu kasur ditempatkan di dalam cawan petri yang dilengkapi semacam 'tenda' dengan berbagai pilihan warna. Hasilnya, kutu kasur lebih cepat bergerak menuju tenda berwarna hitam dan merah dibandingkan warna terang seperti putih, kuning, dan hijau

Peneliti urban entomologi dari University of Florida, Roberto Pereira, menjelaskan bahwa salah satu kemungkinan penyebabnya adalah warna gelap memberikan perlindungan bagi kutu kasur dari serangga lain yang lebih besar, seperti laba-laba dan semut.

Selain itu, kutu kasur juga diduga dapat mengira warna merah dan hitam sebagai warna sesama jenisnya. Pasalnya, tubuh kutu kasur memang berwarna merah kecokelatan.

Namun, warna seprai bukan berarti menjadi penyebab utama kutu kasur muncul di kasur.

"Alasan lainnya mungkin karena warna-warna cerah membuat serangga ini terpapar dan semakin sering serangga terpapar, semakin banyak mereka kehilangan air, dan jika kehilangan banyak air, mereka akan mati atau harus makan lagi," ujar Pereira, dikutip dari CNN.

Ia menambahkan, "Sulit untuk mengetahui apa yang 'dipikirkan' oleh kutu kasur, jika kita bisa menggunakan terminologi tersebut."

Bukan Cuma Warna Seprai

Meski demikian, Pereira menegaskan bahwa warna seprai bukan faktor utama yang membuat kutu kasur datang dan bersarang.

Faktor yang jauh lebih penting adalah suhu tubuh manusia, karbon dioksida, dan darah. Ketika ketiga faktor tersebut tersedia, kutu kasur tetap bisa menghampiri dan bersarang meskipun seprai yang digunakan berwarna terang, seperti putih, hijau, atau kuning.

Artinya, mengganti seprai gelap dengan seprai putih memang dapat mengurangi ketertarikan kutu kasur berdasarkan temuan penelitian tersebut, tetapi langkah itu saja tidak cukup untuk membasmi kutu kasur.

Penghuni rumah tetap perlu memperhatikan kebersihan kasur dan area sekitarnya. Kutu kasur juga tidak hanya dapat ditemukan di kasur.

Serangga ini bisa bersembunyi di berbagai benda dan bagian rumah yang berbusa, berbulu, berdebu, atau memiliki celah untuk bersembunyi. Misalnya kursi, sofa, karpet, hingga wallpaper dinding.

Karena itu, membersihkan rumah secara rutin dan memeriksa area-area yang berpotensi menjadi tempat persembunyian kutu kasur penting dilakukan agar serangga tersebut tidak berkembang semakin banyak.

Halaman 2 dari 2
(astj/astj)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads