204 Jalur Berpacu di Kuansing, Ada dari Jambi-Sumbar

Riau

204 Jalur Berpacu di Kuansing, Ada dari Jambi-Sumbar

Raja Adil Siregar - detikSumut
Rabu, 19 Agu 2026 15:10 WIB
Peserta beradu kecepatan saat Festival Pacu Jalur 2025 di Sungai Kuantan, Kabupaten Singingi, Riau, Rabu (20/8/2025). Festival Pacu Jalur yang berlangsung dari 20 - 24 Agustus 2025 tersebut diikuti 228 peserta dari berbagai kabupaten kota di Riau.  ANTARA FOTO/Hadly Vavaldi/Lmo/nym.
Foto: ANTARA FOTO/Hadly Vavaldi
Pekanbaru -

Setelah sukses menggemparkan dunia lewat 'aura farming', Festival Pacu Jalur di Tepian Narosa kembali digelar hari ini. Peserta dari berbagai daerah tercatat sudah mendaftar untuk berpacu di Batang Kuantan.

Festival Pacu jalur yang ada sejak dari abad 17 itu akan kembali digelar pada 19 sampai 23 Agustus. Panitia mencatat saat ini sudah ada 204 jalur mendaftar ke panitia.

"Total sampai pendaftaran ditutup ada 204 jalur mendaftar. Hari ini pembukaan di hari pertama oleh Pak Plt Gubernur SF Hariyanto di Tepian Narosa," kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Tekad Perbatas, Rabu (19/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tekad menyebut jalur yang telah mendaftar berasal dari berbagai kabupaten di Provinsi Riau. Selain itu, ada juga jalur dari Sumatera Barat dan Jambi.

"Ada jalur dari Jambi dan Sumatera Barat juga ikut mendaftar. Tentu ini menjadi jalur yang akan berlaga selama event digelar di Batang Kuantan dalam beberapa hari ini," kata Tekad.

ADVERTISEMENT

Fastival Pacu Jalur sendiri digelar selama 5 hari terhitung sejak hari ini. Puncaknya saat final akan digelar pada 23 Agustus.

Antusiasme masyarakat menyaksikan pacu jalur terlihat sudah bergeliat. Apalagi, event ini menjadi event terbesar di Kota Jalur tiap tahun dalam memeriahkan Hari Kemerdekaan.

Sejarah Pacu Jalur di Kuantan Singingi

Sejarah pacu jalur berlanjut saat kedatangan Belanda ke Kuansing dan menduduki Kota Teluk Kuantan. Belanda menggunakan pacu jalur sebagai ucapan ulang tahun pada pimpinannya Ratu Wihelmina.

Saat itu, pacu jalur digelar pada 31 Agustus bukan lagi saat hari besar Islam. Pacu jalur memberikan hadiah bagi pemenang 1-4 berupa tonggol, yaitu bendera berukuran besar yang dihias dengan nomor jalur berada di tengahnya.

Kegiatan pacu jalur sempat berhenti ketika pendudukan Jepang serta agresi militer 1 dan 2. Ketika itu, sektor ekonomi benar-benar hancur sehingga kehidupan masyarakat berantakan. Masyarakat harus berusaha keras memenuhi kebutuhan sehari-hari dan kelanjutan kehidupannya. Masyarakat seperti tak ada tenaga menghidupkan pacu jalur seperti tahun-tahun sebelumnya.

Pacu jalur bangkit setelah tahun 1950 dengan usaha masyarakat setempat, yang ingin menghidupkan kembali tradisi dan budayanya. Awalnya pada tahun 1951-1952, pacu jalur menggunakan perahu kapasitas 7-15 orang. Kemudian muncul lagi dengan muatan total mencapai 25 orang, hingga jalur sesungguhnya kembali digunakan pada tradisi pacu jalur.

Saat itu, pacu jalur disebut mengambil bagian penting pada perayaan kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus. Hadiah yang diperebutkan adalah kerbau, sapi, dan piala bergilir untuk para pemenang. Sejak saat itu, pacu jalur tak pernah absen pada HUT RI dan menjadi salah satu perayaan terbesar di Kuantan Singingi.

Puncak pacu jalur diadakan di Kota Teluk Kuantan dengan nama Tepian Narosa di Kecamatan Kuantan Tengah. Tepian Narosa berlokasi sekitar 150 km ke arah selatan dari Kota Pekanbaru. Sebelum gelaran pacu jalur tingkat nasional tersebut, telah dilakukan proses seleksi di tingkat rayon dan kecamatan. Para pemenang kembali berlaga di perayaan puncak pacu jalur.

Pacu jalur selalu ditunggu-tunggu masyarakat setempat sebagai salah satu agenda terbesar di Riau. Wisatawan dalam dan luar negeri nonton pacu jalur sambil menikmati agenda lain misal pekan raya, pertunjukan tarian, pementasan lagu daerah, Randai Kuantan Singingi, pementasan kesenian tradisional lainnya dari kabupaten dan kota di Riau.

Di tahun 2025, pacu jalur viral hingga level internasional karena gaya tukang tari di perahu. Netizen dalam dan luar negeri menaruh perhatian pada pacu jalur dan ingin ikut nonton pada 23-26 Agustus 2025. Dengan besarnya perhatian dunia, penonton pacu jalur kemungkinan meningkat yang bisa membuka peluang baru bagi wisata di Riau.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Kapolda Riau Lepas 8 Tim Ekspedisi ke 17 Wilayah Terluar"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads