Guncangan gempa bumi tektonik dengan getaran M 6,1 yang berpusat di laut tenggara Nias Selatan pada siang ini terasa hingga ke berbagai kabupaten/kota di Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Meskipun BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami, getarannya cukup mengejutkan warga di belasan wilayah.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dampak getaran terkuat tercatat di wilayah Tapanuli Utara dengan skala intensitas IV MMI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik, dan dinding berbunyi di Tapanuli Utara," ungkap Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto, Selasa (18/8/2026).
Sementara itu, wilayah yang cukup luas di sepanjang pantai barat dan dataran tinggi Sumatera merasakan getaran dengan skala III MMI (getaran terasa nyata di dalam rumah, seakan-akan ada truk besar melintas).
Wijayanto menyebut Guncangan lebih ringan pada skala II MMI (benda ringan yang digantung bergoyang) juga dilaporkan terasa di area Tapanuli Tengah dan Gunung Sitoli.
"Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang di Tapanuli Tengah dan Gunung Sitoli," tuturnya.
BMKG juga memastikan hingga pukul 13.30 WIB belum terdeteksi adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).
Dia kemudian mengimbau masyarakat untuk memeriksa kondisi bangunan masing-masing sebelum kembali beraktivitas di dalam ruangan.
"Warga diminta mewaspadai serta menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan struktur akibat guncangan tersebut," ucapnya.
Wilayah yang merasakan dampak ini meliputi:
1. Sumatera Utara: Nias Selatan dan Padangsidimpuan.
2. Sumatera Barat: Kota Padang, Bukittinggi, Padang Panjang, Pariaman, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Pasaman Barat, dan Kabupaten Agam
