Daftar 5 Bandara yang Rusak Imbas Gempa di NTT

Daftar 5 Bandara yang Rusak Imbas Gempa di NTT

Tim detikFinance - detikSumut
Selasa, 18 Agu 2026 10:19 WIB
Sejumlah penumpang pesawat menunggu penjemputan setibanya di Bandara Komodo, Manggarai Barat, NTT, Minggu (16/8/2026). Operasional penerbangan di bandara tersebut tetap berjalan secara normal dengan pembatasan pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 di wilayah NTT pada Sabtu (15/8). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
Bandara Komodo, Manggarai Barat, NTT masih beroperasi pasca gempa di wilayah NTT, Sabtu (15/8). (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)
Medan -

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama operator bandara dan penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan terus memeriksa serta memantau kondisi fasilitas, personel, dan operasional penerbangan di sejumlah wilayah Kepulauan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang terdampak gempa bumi.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa mengatakan, berdasarkan data Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) BMKG, gempa utama terjadi dengan magnitudo 7,0 pada pukul 05.58 WITA. Gempa tersebut berpusat sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, dengan kedalaman 10 kilometer.

Gempa susulan dengan kekuatan magnitudo 6,2 juga tercatat pada pukul 06.13 WITA. Pusat gempa berada di laut, sekitar 46 kilometer timur laut Labuan Bajo, dengan kedalaman 10 kilometer.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gempa tersebut menimbulkan kerusakan pada sejumlah fasilitas umum termasuk bandara. Berikut daftar lima bandara yang terdampak gempa:

1. Bandar Udara Komodo, Labuan Bajo;
2. Bandar Udara H. Hasan Aroeboesman, Ende;
3. Bandar Udara Umbu Mehang Kunda, Waingapu;
4. Bandar Udara Frans Sales Lega, Ruteng;
5. Bandar Udara Soa, Bajawa.

ADVERTISEMENT

Lukman mengatakan kerusakan terjadi pada sejumlah fasilitas di bandara. Kerusakan tersebut mencakup bangunan terminal, gedung administrasi, gedung PKP-PK, hingga fasilitas pendukung lainnya.

"Kerusakan yang dilaporkan antara lain berupa kerusakan dan retakan pada bangunan terminal, gedung administrasi, gedung PKP-PK, serta fasilitas pendukung lainnya," kata Lukman dalam keterangan resminya, dilansir detikFinance, Selasa (18/8/2026).

Lukman menjelaskan, di Bandar Udara Soa berdasarkan laporan awal ditemukan kerusakan dengan tingkat sedang pada landasan pacu (runway), sejumlah bangunan, serta fasilitas pendukung. Retakan baru juga ditemukan di beberapa bagian.

Sementara itu, gempa turut berdampak pada sejumlah unit pelayanan navigasi penerbangan, yakni Cabang Pembantu Labuan Bajo, Cabang Pembantu Ende, Unit Maumere, Unit Bajawa, dan Unit Ruteng.

"Seluruh personel penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan di lokasi yang terdampak dilaporkan dalam kondisi selamat," paparnya.



(nkm/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads