Lomba khas 17-an ternyata tak cuma ada di kampung. Di tengah mal, lomba makan kerupuk hingga kelereng turut membawa warga bernostalgia ke masa kecil.
Suasana riuh begitu terasa begitu lomba makan kerupuk dimulai. Peserta lomba menghabiskan kerupuk yang digantung tanpa disentuh tangan. Ekspresi peserta yang kesulitan makan kerupuk turut mengundang gelak tawa penonton.
Peserta Lomba Ridwan mengungkapkan keikutsertaan dirinya ikut lomba lantaran menemani istri dan anaknya jalan-jalan ke Mal. Ia pun mengaku rindu mengikut lomba perayaan hari kemerdekaan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ngawani istri awalnya mau jalan-jalan terus ada lomba, disuruh istri ikut yaudalah ikut aja. Rindu kali ada lomba gini," ungkap Ridwan kepada detikSumut, Senin (17/8/2026).
Lebih lanjut, Ridwan menyebut permainan sederhana tersebut memiliki kenangan tersebut. Ia menyebut euforia lomba tersebut membawa kenangan dirinya saat masih anak-anak.
"Ingat masa kecil dulu dah puluhan tahun sama kawan-kawan waktu kecil. Serunya itu yang terkenang, ya walau nggak juara 1," ujarnya.
Tak hanya Ridwan, warga Medan Winda juga turut bersemangat saat ikuti lomba estafet kelereng bersama temannya. Menurutnya, lomba seperti ini harus terus dilestarikan.
"Kangen kali ikut lomba gini waktu SD, ini anak-anak tadi dukung kita jadi makin semangat ya. Mereka juga tahu lomba-lomba tradisional gini," ucapnya.
Ada beragam lomba yang diadakan di Delipark Medan, mulai dari balap karung, estafet kelereng, lomba makan kerupuk yang diikuti oleh pengunjung mal.
