Ratusan siswa dari sejumlah sekolah menengah atas (SMA) di Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Para siswa sampai harus dibawa ke rumah sakit.
Sejumlah siswa dilaporkan mengalami berbagai gejala, mulai dari mual, muntah, pusing, hingga tubuh terasa lemas. Mereka menjalani perawatan di Rumah Sakit Efarina Berastagi, RSU Amanda Berastagi, Rumah Sakit Umum Kabanjahe, serta Puskesmas Berastagi.
Badan Gizi Nasional (BGN) segera melakukan investigasi untuk mengusut dugaan keracunan tersebut. Pemeriksaan dilakukan guna mengetahui penyebab munculnya berbagai keluhan kesehatan yang dialami para siswa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya telah berkoordinasi dengan Bupati Antonius Ginting, sementara pemeriksaan sampel sisa lauk pauk dilakukan bersama Dinas Kesehatan setempat," kata Kepala BGN Sudaryono melansir detikHealth.
Selain meneliti sampel makanan yang tersisa, BGN juga mengambil langkah administratif atas kejadian tersebut. Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berkaitan dengan insiden itu dicopot dari jabatannya.
"Dua tindakan administratif juga sudah diambil, pencopotan Kepala SPPG terkait dan penyegelan dapur operasional," ujarnya.
BGN menekankan perlunya memperketat pengawasan di seluruh proses penyediaan makanan dalam program MBG. Pengawasan tersebut diperlukan untuk memastikan makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat memenuhi standar keamanan dan layak dikonsumsi.
"Insiden di Kabupaten Karo lagi-lagi menjadi tamparan dan pengingat, setiap tahapan pelayanan makanan harus diawasi serius. Ratusan siswa terdampak, langkah pertama BGN adalah memastikan kondisi mereka dan kemudian mencari akar persoalannya," katanya.
Hingga kini, pemeriksaan terhadap sampel sisa lauk pauk masih berlangsung bersama Dinas Kesehatan setempat. Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat menemukan penyebab pasti munculnya keluhan kesehatan yang dialami para siswa.
BGN turut menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut. Lembaga itu juga berharap seluruh siswa yang terdampak dapat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti biasa.
"Kami minta maaf. Lekas sembuh," pungkasnya.
