Genjot Penggunaan Motor Listrik, Skema Tukar Tambah Disiapkan

Genjot Penggunaan Motor Listrik, Skema Tukar Tambah Disiapkan

Tim detikFinance - detikSumut
Jumat, 14 Agu 2026 07:30 WIB
Prabowo meresmikan ekosistem motor listrik nasional produksi PT Ilectra Motor Group (ALVA). (Eva/detikcom)
Foto: Prabowo meresmikan ekosistem motor listrik nasional produksi PT Ilectra Motor Group (ALVA). (Eva/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah tengah menyiapkan skema untuk mendorong masyarakat beralih dari sepeda motor berbahan bakar bensin ke kendaraan listrik. Rencana tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan Motor Listrik Nasional di Cikarang, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).

Salah satu skema yang sedang dipertimbangkan adalah program tukar tambah. Melalui skema tersebut, masyarakat yang sudah memiliki motor bensin nantinya dapat menyerahkan kendaraan lamanya untuk mendapatkan motor listrik baru dengan menambah sejumlah biaya.

"Kita ada skema-skema nanti yang sudah terlanjur punya motor bensin, nanti kita pikirkan bagaimana kita bisa tukar tambah. Kau setor motor yang lama, dapat motor baru, ya tambah dikit lah ya kan," kata Prabowo melansir detikFinance.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain program tukar tambah, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) juga mendorong bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk memberikan kemudahan pembiayaan pembelian motor listrik.

Salah satu bentuk insentif yang didorong adalah pemberian kredit dengan uang muka atau down payment (DP) 0% untuk pembelian motor listrik baru.

ADVERTISEMENT

Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan ketertarikan masyarakat untuk menggunakan sepeda motor listrik.

"Di dalam Danantara, kami sudah berbicara dengan seluruh perbankan dan juga seluruh institusi finansial di bawah Danantara bahwa kita siap mendukung dari perbankan kami untuk memberikan pendanaan," kata Rosan dalam acara yang sama.

Rosan mengungkapkan, saat ini kredit motor listrik dari perbankan umumnya masih membutuhkan DP sekitar 10% dari harga kendaraan. Besaran tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang dapat membuat masyarakat berpikir ulang sebelum membeli motor listrik.

Karena itu, Danantara berupaya menurunkan persyaratan DP tersebut. Bahkan, pembiayaan tanpa uang muka atau DP 0% turut dipertimbangkan apabila memungkinkan.

"DP-nya yang selama ini masih ada, kalau menurut informasi dari perbankan kami itu ada 10%, kita akan coba reduce bahkan akan kita coba hilangkan (DP 0%)," tegas Rosan.

Tak hanya soal uang muka, Danantara juga menyiapkan sejumlah skema pembiayaan lain untuk membuat motor listrik lebih mudah dijangkau. Di antaranya adalah penyesuaian suku bunga menjadi lebih rendah serta pemberian tenor kredit yang lebih panjang.

Dengan skema tersebut, cicilan kendaraan listrik diharapkan menjadi lebih ringan sehingga semakin banyak masyarakat tertarik untuk beralih dari motor berbahan bakar bensin ke motor listrik.



(nkm/nkm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads