Pesawat Air India sempat kehilangan ketinggian hingga 91 meter saat tengah terbang pada rute Phuket-Delhi. Setelah dilakukan pengusutan, hal itu terjadi karena sang pilot dalam pengaruh ganja.
Dilansir detikTavel, sang pilot dinyatakan positif dalam pengaruh ganja berdasarkan tes konfirmasi di laboratorium. Pemeriksaan dilakukan setelah hasil screening awal menunjukkan adanya indikasi zat psikoaktif.
Dikutip dari Reuters, Kamis (13/8/2026), peristiwa itu terjadi pada penerbangan dari Phuket di Thailand menuju Delhi di India. Pesawat mengalami momentary altitude variation atau perubahan ketinggian sesaat, saat melintas di atas Negara Bagian Odisha.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pesawat tersebut diketahui membawa 137 penumpang dan delapan awak. Pesawat Airbus A320neo itu tetap dapat melanjutkan penerbangan dan mendarat dengan selamat di Delhi, meski sempat mengalami perubahan ketinggian
Namun, peristiwa itu menyebabkan 13 penumpang dan empat awak pesawat terluka. Hal itu membuat Otoritas India kemudian membuka penyelidikan untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut.
Pada Minggu (9/8) Kementerian Penerbangan Sipil India menyatakan bahwa hasil pemeriksaan awal terhadap pilot menunjukkan adanya temuan yang memerlukan pemeriksaan laboratorium lebih lanjut. Kemudian dilakukan tes konfirmasi untuk memastikan hasil tersebut.
Satu hari setelahnya, Kementerian Penerbangan Sipil India memanggil CEO Air India, Campbell Wilson. Pihak kementerian meminta penjelasan terkait insiden yang melibatkan pesawat tersebut.
Kepada sejumlah media, Wilson mengatakan, bahwa pihak maskapai telah memberikan informasi terbaru mengenai perkembangan penyelidikan kepada kementerian.
Penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap penyebab pesawat tiba-tiba kehilangan ketinggian serta memastikan apakah ada faktor lain yang berkontribusi terhadap insiden tersebut.
Artikel ini telah tayang di detikTravel, baca selengkapnya di sini
