Presiden Rusia Vladimir Putin marah karena muatan kargo yang disita dari kapal-kapal 'armada bayangan' Rusia dijual. Putin pun mengancam akan menyita kapal-kapal tersebut.
Dikutip detikNews dari AFP, sejumlah perusahaan Eropa telah mencegat kapal-kapal yang mengangkut minyak Rusia, yang melanggar sanksi-sanksi Eropa yang menargetkan sumber pendapatan vital tersebut.
Rentetan sanksi baru yang disahkan bulan lalu mengizinkan negara-negara anggota Uni Eropa untuk menjual minyak atau muatan kargo apa pun yang disita dari kapal-kapal terkait Rusia tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Putin memberikan ancaman memberikan reaksi keras terhadap langkah-langkah tersebut. Putin mengecamnya sebagai tindakan "pembajakan dan perampokan".
"Kami akan terpaksa membalas dengan tindakan serupa," kata Putin memperingatkan negara-negara Eropa, saat memantau latihan angkatan laut di wilayah Timur Jauh Rusia.
Putin menegaskan bahwa Moskow akan bertindak "di mana pun kami anggap perlu dan tepat -- di mana saja".
Dokumen-dokumen pengadilan Swedia, yang diperoleh AFP pada awal Agustus lalu, menunjukkan bahwa Stockholm akan menyerahkan sebuah kapal Rusia yang disita, kepada Kyiv. Kapal tersebut diduga mengangkut biji-bijian dari wilayah Ukraina yang diduduki pasukan Moskow.
Ancaman itu disampaikan Putin saat berbicara di atas kapal penjelajah Rusia, Varyag, di lepas pantai Pulau Sakhalin, yang menjadi lokasi Angkatan Laut Rusia melakukan latihan militer.
Latihan tersebut berlangsung sepekan sebelum Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) menggelar latihan militer gabungan untuk simulasi kemungkinan invasi dari Korea Utara (Korut).
Ketegangan di kawasan tersebut sedang memuncak di tengah tuduhan dari Kyiv dan Seoul bahwa Moskow dan Pyongyang semakin meningkatkan kerja sama militer mereka.
