274 BUMN Dipangkas Danantara

274 BUMN Dipangkas Danantara

Heri Purnomo - detikSumut
Sabtu, 08 Agu 2026 17:29 WIB
Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Dony Oskaria
Danantara Telah Pangkas 274 BUMN (Foto: Aulia Damayanti/detikcom)
Jakarta -

Sebanyak 275 entitas Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tela dipangkas oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Pengurangan BUMN ini dilakukan dalam rangka pengelolaan yang lebih ramping, efektif dan efesien.

"Kami laporkan sebelumnya bagaimana kami melakukan streamlining. Nah, result-nya sekarang sudah 274 perusahaan yang kita lakukan streamlining," ujar Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, dikutip detikFinance, Sabtu (8/8/2026).

Dony menyampaikan itu dalam pertemuan dengan Utusan Khusus Presiden pada Kamis (6/8). Dalam kesempatan itu, Dony mengatakan program streamlining terus berjalan sesuai target.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dony menjelaskan, secara keseluruhan pemerintah menargetkan sebanyak 652 perusahaan akan disederhanakan. Dengan demikian, nantinya jumlah perusahaan BUMN yang tersisa sekitar 250 entitas.

ADVERTISEMENT


"Kurang lebih nanti total yang akan kita selesaikan itu 652 perusahaan yang akan hilang. Dan sehingga nanti kita hanya akan punya 250 perusahaan," ujar Dony.

Dalam pertemuan tersebut juga dipaparkan sejumlah dampak positif transformasi yang mulai dirasakan di sejumlah BUMN. Salah satunya adalah perubahan strategi bisnis PT Pupuk Indonesia yang berhasil membukukan laba sebesar Rp 6,1 triliun pada enam bulan pertama tahun ini.

Lebih lanjut, Dony menjelaskan transformasi juga mulai mendorong peningkatan kapasitas produksi serta memperluas pasar ekspor industri pupuk nasional.

"Sekarang kita sudah membangun 8, memperbaiki 8 pabrik pupuk kita. Dan kita sudah mulai ekspor pupuk kita, bulan lalu ekspor perdana kita ke Australia. Jadi kita sudah menjadi eksportir pupuk sekarang," ujar Dony.

Melalui transformasi yang terus dijalankan, BP BUMN bersama Danantara mendorong BUMN menjadi perusahaan yang lebih sehat, adaptif, dan berdaya saing. Penyederhanaan struktur perusahaan, penguatan strategi bisnis, serta peningkatan kinerja operasional diharapkan mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional.



(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads