Tak Semua Garam Sama, Kenali 5 Jenis dan Kegunaannya untuk Masakan

Tak Semua Garam Sama, Kenali 5 Jenis dan Kegunaannya untuk Masakan

Diah Afrilian - detikSumut
Sabtu, 08 Agu 2026 14:00 WIB
Various salt types in 4 wooden spoons on white marble.
Foto: Getty Images/iStockphoto/simarik
Medan -

Garam hampir selalu hadir di dapur, tetapi fungsinya ternyata tidak berhenti pada memberi rasa asin. Jenis garam yang berbeda dapat menghasilkan karakter rasa, tekstur, hingga tampilan yang berbeda pula pada makanan.

Di pasaran, kita mengenal lebih dari sekadar garam dapur biasa. Ada garam laut, garam Himalaya, garam kosher, hingga fleur de sel yang masing-masing memiliki karakter dan penggunaan yang tidak selalu sama.

Memilih garam yang tepat bisa menjadi detail kecil yang membuat hasil masakan terasa berbeda. Lantas, apa saja jenis garam yang umum digunakan dan kapan waktu terbaik memakainya?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

5 Jenis Garam Beserta Fungsinya

Dilansir detikFood dari The Chef & The Dish, (7/8/2026), setiap jenis garam punya fungsinya masing-masing. Karena itu perlu diperhatikan agar tak salah pilih.

1. Rock Salt (Garam Kristal)

Rock salt memiliki bentuk kristal yang jauh lebih besar dibandingkan garam meja. Kristalnya juga membutuhkan waktu lebih lama untuk larut sehingga kurang praktis untuk masakan harian.

ADVERTISEMENT

Dalam penggunaan kuliner, rock salt dapat membantu proses pembekuan es krim. Kristal garam berukuran besar juga dapat digunakan untuk membuat hidangan berlapis garam.

Jenis ini juga digunakan dalam proses pengawetan makanan tertentu. Namun, pastikan rock salt yang digunakan memang ditujukan untuk kebutuhan pangan dan bukan untuk keperluan lain.

2. Garam Himalaya

Himalayan pink salt dikenal dari warna merah muda hingga merah muda pucat pada kristalnya. Garam ini umumnya ditambang di kawasan pegunungan Himalaya, terutama Pakistan.

Warna tersebut berkaitan dengan kandungan mineral di dalam garam, termasuk zat besi. Bentuknya tersedia mulai dari butiran halus hingga bongkahan besar yang dapat diparut.

Garam ini kerap digunakan sebagai bumbu sekaligus hiasan makanan. Rasanya cenderung lembut sehingga cocok untuk finishing, meski dapat pula digunakan saat memasak atau memanggang.

3. Smoked Salt

Smoked salt merupakan garam yang diasapi menggunakan kayu untuk memberikan aroma dan cita rasa khas. Proses pengasapan dapat berlangsung cukup lama agar karakter asapnya semakin kuat.

Jenis garam ini cocok untuk makanan yang membutuhkan sentuhan rasa berasap. Daging panggang, sayuran, dan hidangan berkuah bisa mendapatkan karakter rasa yang lebih dalam.

Smoked salt juga dapat digunakan pada iga, daging babi, atau kalkun. Penggunaannya cukup sedikit karena aroma asapnya kuat dan mudah mendominasi rasa makanan.

4. Table Salt (Garam Meja)

Table salt atau garam meja merupakan jenis yang paling umum ditemukan di dapur. Teksturnya halus karena melalui proses pemurnian untuk menghilangkan berbagai kotoran.

Garam ini cocok untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak hingga membuat kue. Butirannya yang kecil juga membuatnya mudah larut dalam makanan dan adonan.

Sebagian table salt yang beredar merupakan garam beryodium. Yodium ditambahkan karena merupakan mineral penting yang dibutuhkan tubuh untuk mendukung fungsi hormon tiroid.

5. Sea Salt (Garam Laut)

Sea salt atau garam laut dibuat dari air laut yang mengalami proses penguapan. Jenis ini tersedia dalam beragam ukuran butiran, warna, dan tekstur.

Garam laut dapat mempertahankan sejumlah mineral serta unsur alami dari proses produksinya. Hal tersebut membuat karakter rasanya dapat sedikit berbeda dari garam meja.

Sea salt banyak digunakan sebagai finishing salt atau garam tabur. Taburkan secukupnya di atas makanan untuk memberi rasa sekaligus tekstur yang lebih menarik.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Hal-hal yang Perlu Diperhatikan saat Memanaskan Ulang Makanan"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads