Nasional

Ada 6 Juta Data Ganda Penerima MBG, BGN Bakal Evaluasi

Tim detikFinance - detikSumut
Jumat, 07 Agu 2026 23:21 WIB
Foto: Ilustrasi Makan Siang Gratis (Antara Foto/Andry Denisah)
Jakarta -

Pemerintah menemukan sekitar 6 juta data ganda dalam daftar penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Temuan tersebut membuat jumlah penerima program akan dievaluasi untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengatakan, data ganda muncul karena satu anak tercatat sebagai penerima manfaat di dua instansi berbeda. Sebagai contoh, seorang anak terdaftar sebagai siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) di bawah Kementerian Agama, namun juga tercatat sebagai santri di pondok pesantren.

"Atau dia SMP di dalam pondok (pesantren) dihitung di data Kemendikdasmen sebagai siswa. Kemudian dia juga tercatat sebagai santri di pondok pesantren," ujar Sudaryono dalam konferensi pers di Kementerian Koordinator Pangan, Jakarta Pusat, dilansir detikFinance, Jumat (7/8/2026).

Menurut Sudaryono, pemerintah saat ini terus menyelaraskan data penerima MBG melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Proses tersebut melibatkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Kementerian Agama, hingga Kementerian Kesehatan.

Upaya tersebut dilakukan agar setiap instansi memiliki data yang terintegrasi sehingga tidak ada lagi identitas penerima yang tercatat lebih dari satu kali.

"(agar) Datanya tuh saling ngobrol gitu sehingga kita betul-betul menemukan sebetulnya tuh. Jadi, tidak ada double identitas," tambah Sudaryono.

Saat ditanya mengenai jumlah data ganda yang ditemukan, Sudaryono menyebut proses penyisiran data menunjukkan potensi pengurangan sekitar 6 juta penerima MBG.

"Kalau nggak salah ada pengurangannya ada sekitar ya ada 6 juta. Kita sisir," sambungnya.



Simak Video "Video Nanik Ogah Jawab Saat Ditanya Motor Listrik MBG, Pilih Menghindar"

(nkm/nkm)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB