Harga Minyak Mentah Dunia Melejit Usai Iran Perketat Selat Hormuz

Harga Minyak Mentah Dunia Melejit Usai Iran Perketat Selat Hormuz

Herdi Alif Al Hikam - detikSumut
Jumat, 07 Agu 2026 10:19 WIB
This frame grab taken from AFPTV video footage on July 12, 2026 shows a cargo ship anchoring near the Strait of Hormuz off the eastern coast of the United Arab Emirates at Khor Fakkan. Tehran announced it was closing the Strait of Hormuz on July 12 and launched missiles and drones at its Gulf neighbours, in retaliation for new US strikes following an attack by Iranian forces on a merchant vessel that was abandoned in flames by its crew. (Photo by AFPTV / AFP) / Attention editors: AFP covers the war in the Middle East through its extensive regional network, including bureaus in Tehran, Jerusalem and several neighboring countries.Since the start of the conflict, journalists have been working under increasingly restrictive conditions. Authorities in several countries have limited reporters movements, photo and live video coverage from sensitive locations. Some governments and armed groups have banned images of missile or drone strikes and other security-related sites. /
Ilustrasi Selat Hormuz (Foto: AFP/-)
Jakarta -

Harga minyak mentah brent naik 3,8% dan ditutup pada US$ 82,49 per barel, sedangkan harga minyak mentah West Texas Intermediate AS naik sekitar 2,8% dan ditutup pada US$ 77,29. Kenaikan harga minyak dunia ini mengalami kenaikan setelah Iran memperketat jalur Selat Hormuz.

hubungan Iran dan Amerika Serikat (AS) masih naik turun, perjanjian damai rapuh dan konflik kedua negara masih bisa terjadi kapan saja.

Dikutip detikFinance dari CNBC Jumat (7/8/2026), harga minyak sebenarnya telah turun sekitar 8% minggu ini setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan sudah ada kesepakatan untuk membuka Hormuz dengan kebebasan pergerakan dapat tercapai paling cepat pada hari Rabu, namun kesepakatan masih belum diumumkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilaporkan Oman dan Iran sedang mengerjakan perjanjian untuk menentukan rute transit di Hormuz. Lalu lintas masuk akan melewati perairan Iran sementara lalu lintas keluar akan melalui perairan Oman.

Kantor berita pemerintah Iran, Fars, pada hari Kamis menerbitkan draf rencana awal yang menetapkan persyaratan yang jauh lebih ketat untuk lalu lintas kapal melalui Hormuz. Rencana tersebut sedang ditinjau oleh komite parlemen Iran.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan rancangan tersebut, Iran akan melarang kapal-kapal AS dan Israel melintasi selat tersebut. Negara-negara lain yang telah merugikan Iran tidak akan diizinkan untuk melintasi selat tersebut sampai kompensasi dibayar. Iran bahkan disebut bakal mengenakan sanksi kepada para pelanggar setara dengan 20% dari nilai kargo di atas kapal.



(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads