Peternak Miliki Tokek Berkepala Dua, Kepribadiannya Berbeda

Internasional

Peternak Miliki Tokek Berkepala Dua, Kepribadiannya Berbeda

Aisyah Kamaliah - detikSumut
Jumat, 07 Agu 2026 08:30 WIB
Perbedaan genetik di alam sering terjadi. Kali ini ada tokek yang punya dua kepala bernama Simon dan Garfunkel, masing-masing kepala pun dikatakan punya kepribadian yang berbeda.
Tokek berkepala dua (Foto: Tracie Kelley/Rockstar Geckos)
Jakarta -

Perbedaan genetik merupakan fenomena yang kerap terjadi di alam. Salah satu contohnya adalah seekor tokek berjambul (crested gecko) berkepala dua yang diberi nama Simon dan Garfunkel. Menariknya, masing-masing kepala tokek tersebut disebut memiliki karakter yang berbeda.

Simon dan Garfunkel merupakan tokek peliharaan milik peternak Rockstar Geckos. Keduanya menetas pada akhir Juni dan sejak itu menjadi perhatian karena kondisi langka yang dimilikinya.

Kondisi hewan yang memiliki lebih dari satu kepala dikenal dengan istilah polycephaly. Fenomena ini umumnya terjadi ketika embrio kembar mulai memisahkan diri di dalam rahim, tetapi proses tersebut tidak berlangsung sempurna. Kondisi tersebut dikenal sebagai bifurkasi aksial.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di alam liar, hewan dengan polycephaly umumnya memiliki peluang hidup yang rendah. Kesulitan bergerak dan mencari makan menjadi tantangan utama. Meski demikian, Simon dan Garfunkel mendapatkan perawatan intensif dari tim Rockstar Geckos dan sejauh ini menunjukkan perkembangan yang positif, meskipun masih berada pada tahap awal pertumbuhan.

"Setiap kepala tampaknya memiliki perilakunya sendiri. Kepala sebelah kiri sedikit lebih pemarah. Mereka memang terlihat sesekali berselisih mengenai arah tujuan, tetapi sebagian besar hal itu tidak menjadi masalah. Saya menduga kepala sebelah kanan lebih dominan, namun agak sulit untuk memastikannya," ujar Tracie Kelley dari Rockstar Geckos dilansir detikInet dari IFLScience.

ADVERTISEMENT

Melalui akun media sosial mereka, tim Rockstar Geckos secara rutin membagikan perkembangan terbaru Simon dan Garfunkel. Mereka juga menyampaikan apresiasi atas besarnya perhatian dan dukungan yang diberikan masyarakat terhadap tokek unik tersebut.

Menurut tim perawat, tantangan terbesar dalam merawat tokek berkepala dua adalah membantu proses pergantian kulit. Meskipun tidak selalu memerlukan bantuan, ukuran tubuh yang sangat kecil dan rapuh membuat proses tersebut harus dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak ada sisa kulit lama yang tertinggal.

"Kami ingin semua orang tahu bahwa kami sangat berterima kasih atas kasih sayang dan dukungan yang diberikan untuk makhluk-makhluk kecil ini. Kami akan terus memberikan kabar terbaru," kata Kelley.

Tokek bukan satu-satunya hewan yang pernah ditemukan memiliki dua kepala. Pada 2011, nelayan di Teluk Meksiko menemukan seekor hiu banteng berkepala dua. Fenomena serupa juga pernah dilaporkan terjadi pada kucing, ular, hingga sapi.

Kasus hewan berkepala dua bahkan telah dikenal sejak lama. Bukti keberadaannya ditemukan melalui fosil berusia sekitar 125 juta tahun di China, yang memperlihatkan seekor hyphalosaurus berkepala dua dari lapisan fosil Biota Jehol di Provinsi Liaoning.



(afb/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads