Mentan ke Mualem soal Anggaran Bencana Terlambat Dicairkan: Kenapa Ditahan

Aceh

Mentan ke Mualem soal Anggaran Bencana Terlambat Dicairkan: Kenapa Ditahan

Agus Setyadi - detikSumut
Kamis, 06 Agu 2026 09:59 WIB
Pertemuan Mualem dengan Mentan Andi Amran Sulaiman (Foto: Pemerintah Aceh )
Foto: Pertemuan Mualem dengan Mentan Andi Amran Sulaiman (Foto: Pemerintah Aceh )
Banda Aceh -

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mempertanyakan bantuan penanganan bencana yang sudah dikirim ke Aceh tapi terlambat dicairkan. Dia menanyakan masalah itu saat bertemu Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem).

Dilihat detikSumut dari video di akun TikTok Amran, Kamis (6/8/2026), Mualem bertemu dengan Mentan didampingi Ketua Badan Reintegrasi Aceh (BRA) Jamaludin dan staf khusus T Irsyadi. Pertemuan berlangsung di kediaman Amran, Selasa (4/8).

Dalam pertemuan tersebut, Amran didampingi sejumlah pejabatnya. Ada beberapa hal yang dibahas salah satunya mengenai bantuan penanganan bencana yang sudah dikirim Kementerian Pertanian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi pak gubernur kenapa anggaran turun terlambat dicairkan. Cetak sawah, perbaikan sawah hari ini irigasi. Kenapa ya? ditahan uangnya. Masyarakat tanya ke kita padahal uangnya sudah dikirim. Gimana itu pak?" tanya Amran.

ADVERTISEMENT

Mualem hanya menjawab singkat. Dia mengaku uangnya sudah dikirim langsung ke kabupaten-kota.

"Dari bapak langsung ke kabupaten, disimpan. Ya masyarakat kita tanya tidak ada kemajuan saya dari sana," jelas Amran.

Amran lalu menghubungi anak buahnya menanyakan di mana letak keterlambatan. Pria dalam sambungan telepon mengaku keterlambatan terjadi di semua kabupaten di Tanah Rencong.

Menurut Amran, Kementerian Pertanian sudah mengirimkan uang Rp 1,6 triliun untuk tiga provinsi terdampak bencana dan Aceh mendapatkan porsi paling besar. Dia mengaku sudah mempercepat anggaran namun ketika turun ke lapangan belum dikerjakan penanganannya.

"Kalau gitu caranya ya tetap kita jelek padahal uangnya sudah dikirim. Ini kemarin kasihan aku turun, anggaran kita percepat, Januari saya turun, turun kembali belum dikerjain dua bulan lalu," jelasnya.

"Kemarin tuh mepet sekali saya mendarat terbang lagi saya mau lihat apa tanamannya sudah ada, bagus tanamannya ternyata potensinya besar," lanjut Amran.



(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads